September 2017 Ini Masuk Awal Musim Hujan

by -72 views

September 2017 Ini Masuk Awal Musim HujanSeptember 2017 ini wilayah Jawa Barat sudah memasuki awal musim hujan. Itu sebabnya, dalam beberapa hari ini hujan turun sesekali meski intensitasnya masih ringan. Saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutnya sebagai musim peralihan.

Prakirawan BMKG Bandung Iid Mujtahiddin menuturkan, puncak musim kemarau sebenarnya telah terlewati yaitu pada Agustus 2017 lalu. Saat ini, musim peralihan mendekati musim hujan yang diprakirakan terjadi akhir September hingga Oktober 2017. Sementara periode musim penghujan diprakirakan berlangsung April-Mei 2018.

“Datangnya musim hujan pada tahun ini memang tidak serentak. Umumnya bagian utara Jabar lebih terlambat mendapatkan hujan. Hal itu karena karakteristik wilayah Jabar utara yang mendapatkan musim kemarau lebih awal namun mengalami hujan paling lambat. Belum ada penelitian lebih lanjut terkait fenomena ini,” kata Iid, Kamis 7 September 2017.

Dia menjelaskan, salah satu faktor penyebab hujan turun yaitu angin barat, sementara musim kemarau angin timur. Volume hujan pada awal musim kemarau satu dasarian (sepuluh hari) di bawah 50 mm dan disusul dua dasarian berikutnya. Awal musim hujan jumlah hujan dalam satu dasarian lebih dari 50 mm dan disusul dua dasarian berikutnya yang dibandingkan dengna periode yang sama tahun lalu (year on year) sama-sama di atas 50 mm. Jadi, total awal musim hujan ini curah hujan di atas 150 mm dalam satu bulan.

Antisipasi risiko musim hujan

Jika bulan ini dinyatakan sebagai awal datangnya hujan, maka informasi resmi terkait prakiraan musim hujan tahun ini belum dirilis BMKG. Menurut Iid, informasi itu akan dirilis pada akhir September 2017 agar datanya lebih akurat.

“Lagi digodok di pusat. Nanti keluar info prakiraan musim hujan 2017-2018 serentak di seluruh Indonesia,” ucap dia.

Terkait datangnya awal musim yang bakal diguyur hujan ini, Iid mengimbau agar masyarakat bersiap untuk mengantisipasi sejumlah masalah yang biasanya muncul pada musim kemarau. Misalnya adalah melakukan pembersihan saluran air agar tidak banjir atau genangan. Selain itu, untuk pemerintah daerah diimbau untuk mewaspadainya potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang yang baisa terjadi pada saat musim peralihan.

“Dengan demikian, pohon-pohon yang dahan atau rantingnya mudah patah sebaiknya ditebang,” ujar dia

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com