Siap Merapat ke Cicalengka, Ribuan Warga Garut Berontak

by -49 views

Siap Merapat ke Cicalengka, Ribuan Warga Garut Berontak

Jatinangorku.com – Warga Dusun Kubang yang didiami 1.142 jiwa dan warga Dusun Pangeureunan sebanyak 9.400 jiwa di Desa Pangeureunan, Kec. Limbangan, Kab. Garut, kini berontak. Warga dua desa yang juga berbatasan dengan Desa Tanjungwangi, Kec. Cicalengka, dan Desa Nagreg Kendan, Kec. Nagreg, Kab. Bandung itu ingin bergabung dengan Cicalengka.

Mereka mengaku dianaktirikan dalam berbagai pembangunan yang digulirkan pemerintah. Mereka pun mengaku belum menikmati layanan publik secara maksimal. Akibatnya mereka mengancam bergabung dengan Kec. Cicalengka dan Kec. Nagreg. Dusun Kubang berbatasan dengan Desa Tanjungwangi dan Dusun Pangereunan dengan Desa Nagreg Kendan.

Kekecewaan warga itu terlontar dari Ketua Panglawungan Kisunda Kec. Cicalengka, Kab. Bandung, Lukman Nulhakim kepada “GM” di Cicalengka, di sela-sela advokasi 50 warga, Senin (2/9). Pertemuan itu dihadiri Usep Suryana (35), Dede Sadili (57), Amar (47), Ure (57), Rosyid (32), dan Ajat (40). Mereka mewakili ribuan warga di dua dusun tersebut.

Menurut Lukman, keinginan mereka untuk bergabung dengan dua kecamatan itu, sebagai buntut kekesalan. “Seperti yang diakui puluhan warga di dua dusun itu, dalam pelaksanaan program pembangunan di dua dusun itu ada kesenjangan sosial. Misalnya dalam pembangunan inprastruktur perdesaan,” kata Lukman.

Terpinggirkan

Salah satu warga setempat, Amar mengatakan, kehidupan warga kian terpinggirkan jika dibandingkan dengan pergerakan pelaksanaan pembangunan di dusun-dusun lainnya yang ada di Desa Pangeureunan maupun desa-desa lainnya di Kec. Limbangan.

“Pembangunan jalan setapak menjadi jalan dengan lebar empat meter melalui swadaya masyarakat, kini kondisinya masih dalam bentuk jalan bebatuan. Belum pernah diaspal. Apalagi dibangun dengan menggunakan rabat beton,” katanya.

Jembatan yang menghubungkan Dusun Kubang dengan Dusun Pangeureunan juga pembangunannya masih terbengkalai. Jembatan tersebut dibangun tahun 1995, namun pada 2008 ambruk. Akses jalan di dua dusun itu juga turut menghubungkan warga setempat dengan Desa Tanjungwangi dan Desa Nagreg Kendan.

“Jembatan masih jembatan darurat karena terbengkalai pembangunannya. Padahal, warga sudah lama mengusulkan untuk segera dibangun,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com