SMAN 1 Rancaekek Layani Siswa Sesuai Prosedur Ijazah Siswa Mulai Dibagikan

by -31 views

SMAN 1 Rancaekek Layani Siswa Sesuai Prosedur Ijazah Siswa Mulai Dibagikan

Jatinangorku.com – Pembagian ijazah bagi para siswa yang dinyatakan lulus di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Rancaekek sudah mulai berjalan dan dibagikan kepada 373 siswa. Kasubag Tata Usaha (TU) SMAN 1 Rancaekek, Drs. Asep Toto, S.E. mengatakan, pembagian ijazah dilaksanakan melalui tahapan-tahapan sesuai prosedur yang berlaku.

“Hari ini (kemarin, red) sudah berjalan. Karena ijazah ini memang penting untuk para siswa yang akan meneruskan ke perguruan tinggi, tapi pembagiannya tidak sekaligus,” kata Asep kepada “GM” di ruang kerjanya, Senin (11/8).

Menurut Asep, pihaknya tidak akan mempersulit para siswa yang belum memenuhi kewajibannya asal mereka memiliki alasan yang jelas serta orangtua mereka datang langsung ke sekolah untuk membicarakan dan mencari solusinya.

“Semua yang berhubungan dengan keuangan akan tetap dilayani dengan optimal, karena ijazah ‘kan jadi hak siswa dan kami pihak sekolah harus memberikan kemudahan,” ujarnya.

Jika ada siswa yang memang tidak bisa melunasi administrasi secara sekaligus, maka ijazahnya tetap akan dibagikan dengan syarat menandatangani surat kesanggupan untuk menyelesaikan administrasi.

“Misalnya baru ada sekian uangnya, tidak apa-apa, tapi nanti ada surat kesanggupan, diselesaikan secara prosedural. Namun orangtua harus langsung datang ke sekolah, jangan sampai diwakilkan karena dikhawatirkan ada yang memanfaatkan situasi tersebut,” paparnya.

Demikian pula siswa yang masuk dalam kategori tidak mampu, dapat mengambil ijazah mereka dengan cara mengajukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa dan kartu Jaring Pengaman Sosial (JPS).

“Setelah dua keterangan tersebut diserahkan, kami akan menyurvei terlebih dulu. Bukan untuk mempersulit siswa atau tidak percaya pada aparat desa, melainkan untuk memastikan keakuratannya. Selain itu untuk menghindari penyalahgunaan,” ucapnya.

Pihak sekolah pun, lanjut Asep, akan melakukan uji kelayakan terlebih dulu bagi para siswa yang tidak mampu tersebut, apakah dengan membebaskan total administrasinya atau hanya pengurangan.

Asep menambahkan, pembagian ijazah memang agak terlambat dan baru dilakukan Senin (11/8) karena data seluruh siswa yang lulus harus di fotokopi, kemudian dilegalisasi.

“Sekolah juga ‘kan harus teliti, jangan sampai nanti ada yang salah dari nilai maupun nama,” ujarnya.

Dijelaskannya, pihak sekolah akan memfotokopi Kartu Keluarga (KK), ijazah dan Nilai Ebta Mmurni (NEM) dari SD, SMP, dan SMA agar sekolah tetap punya arsip siswa yang sudah lulus, berikut tambahan transkip nilai.

“Sekolah minta arsip ‘kan bukan untuk sekolah, tapi untuk yang bersangkutan,” pungkasnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/