SMAN 1 Rancaekek Membantah Diduga Gunakan Jalur Belakang

by -1,084 views

SMAN 1 Rancaekek Membantah Diduga Gunakan Jalur Belakang

Jatinangorku.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah-sekolah negeri yang banyak diminati pendaftar sering dijadikan ladang bisnis oleh oknum-oknum tertentu. Mereka mengaku mampu memasukkan siswa melalui jalur belakang, meski dengan nilai Ujian Nasional (UN) jauh di bawah standar sekolah bersangkutan.

Pihak sekolah diduga turut bermain dengan oknum-oknum tersebut, sehingga para siswa yang masuk melalui jalur belakang itu kini resmi berstatus siswa sekolah tersebut. Salah satu sekolah yang diduga melakukan praktik tersebut yaitu SMAN 1 Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Pada PPDB 2014/2015 pihak sekolah mematok passing grade (batas terendah) 25,90. Namun kabarnya banyak siswa yang diterima meski nilai UN-nya jauh di bawah passing grade.

“Sudah bukan rahasia lagi, semua juga pada tahu, yang di bawah passing grade masih bisa masuk di SMAN 1, tapi harus lewat jalur belakang,” kata salah satu orangtua siswa yang meminta tidak disebutkan namanya kepada “GM”, Selasa (15/7).

Kabar yang beredar, siswa yang diterima melalui jalur belakang tersebut harus mengeluarkan uang sebesar Rp 7 juta – Rp 10 juta. Padahal biaya masuk bagi siswa dengan passing grade sesuai pengumuman resmi hanya Rp 5,1 juta.

“Ke dalamnya saja harus Rp 7,1 juta. Bahkan ada yang sampai Rp 9 juga – Rp 10 juta, tapi kalau yang itu mungkin ada jalur lain. Saya hanya mempertanyakan yang Rp 7 juta itu, yang Rp 2 jutanya untuk apa,” ujarnya.

Karena biaya masuk melalui jalur belakang di SMA 1 tersebut dinilai tinggi, dirinya pun urung memasukkan anaknya.

Membantah

Sementara itu, Ketua Komite SMAN 1 Rancaekek, Nanang Harun membantah kabar tersebut. Menurutnya, pihak sekolah tetap memakai aturan PPDB sesuai yang diberlakukan pemerintah.

“Kami hanya memanfaatkan 20 persen untuk menerima siswa yang dari jalur gakin, lingkungan, dan jalur prestasi. Kalau memang prestasinya bagus tapi passing gradenya di bawah yang sudah ditetapkan, tidak ada istilah jalur belakang, tapi pakai kuota itu,” kata Harun saat ditemui “GM” di SMAN 1 Rancaekek.

Ia menegaskan, tidak ada pihak sekolah yang menerima uang dari jalur belakang tersebut. “Di sini normal saja, untuk DSP (Dana Sumbangan Pembangunan) ada Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta. Kalau mau ngasih lebih, silakan seikhlasnya,” ungkapnya.

Nanang menambahkan, biaya masuk di SMAN 1 Rancaekek sebesar Rp 4,6 juta. “Itu sudah segala macam, dari mulai tes urine, asuransi, pakaian, seragam olaharaga, seragam Pramuka, pakaian muslim, putih abu, kaus kaki, dan lain-lain,” jelasnya.

Pada PPDB 2014/2015 ini, SMAN 1 menerima 400 siswa baru, termasuk yang melalui jalur 20 persen seperti yang ditentukan.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/