Soal Artesis di Jatinangor, Pemkab Tak Serius

by
JATINANGOR (GM) – Sejumlah pihak menuding pemerintah tidak serius dalam melayani dan menampung aspirasi warga yang menolak rencana pembangunan sumur artesis di wilayah Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang.Seperti aspirasi yang dilontarkan sejumlah mahasiswa pencita lingkungan dan warga Kec. Jatinangor, beberapa waktu lalu. Mereka mengaku kecewa Pemkab Sumedang.”Penolakan dari Pemkab Sumedang terkait aspirasi warga itu, harusnya dihindari. Aspirasi sangat positif untuk memberikan kesadaran agar pemkab lebih memperhatikan kebutuhan air di Jatinangor,” kata Ridwan Solihin, Sekretatris Komisi A DPRD Kab. Sumedang ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (3/4).Menurut Ridwan, penolakan rencana pembangunan sumur artesis itu disampaikan sejumlah warga dan mahasiswa pencinta lingkungan Kec. Jatinangor ke pemkab beberapa waktu lalu. Seharusnya hal ini mendorong pemerintah untuk segera turun tangan.”Aspirasi warga ini harusnya direspons pemerintah dengan mencari solusi terbaik. Penolakan warga itu bukan merupakan kebencian terhadap pengusaha yang berinvestasi di Jatinangor,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan air, katanya, jika memang harus membuat sumur artesis maka yang melakukan pengeborannya seharusnya perusahaan daerah air minum setempat, bukan pihak swasta. Artinya, pemberian pelayanan kebutuhan air ada pada satu pintu. Terlebih dalam UUD 45 sudah dijelaskan, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara.

Untuk itu, sebaiknya pengusaha membangun komunikasi yang baik dengan Ketua RW, RT serta warga, bukan memicu konflik.

Ia pun berharap, warga agar tidak mudah dipecah belah dan sinergis dalam memperjuangkan lingkungan.

Namun di sisi lain, masyarakat Desa Cikeruh, Kec. Jatinangor sudah berhasil menarik perhatian pemerintah daerah agar memperhatian kebutuhan air.

“Yang jelas untuk persoalan di tengah masyarakat itu, harus ada solusi yang jelas, tegas, dan menguntungkan warga sekitar. Kami mengapresiasi seluruh warga yang selama ini berjuang serta peduli terhadap lingkungan di Jatinangor,” tuturnya.

Diberitakan, tarkait pro kontra pembuatan sumur artesis di sebuah apartemen di Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, tiba-tiba spanduk penolakan muncul Jln. Kolonel Achmad Syam, Desa Cikeruh, Kec. Jatinangor.

Spanduk tersebut sengaja dipasang sejumlah warga Desa Cikeruh dan Aliansi Mahasiswa Jatinangor. Spanduk tersebut bertuliskan “Perizinan sumur artesis di Jatinangor adalah bukti ketidakseriusan pemerintah dalam melayani rakyatnya”.

(B.105)**