Soal Jatigede, Dewan Dinilai Cuma Bisa Ngomong

by -6 views

Jatinangorku.com – Ratusan warga yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede berbondong-bondong kembali mendatangi Gedung DPRD Sumedang, Senin (8/9/2014). 

Tuntutannya masih sama yaitu segera dibayarkan ganti rugi lahan dan penyelesaian masalah lainnya.

Seperti biasa, tuntutan ini diminta dijawab dan diselesaikan oleh orang nomor satu di Sumedang, Bupati Ade Irawan.

Dengan tuntutan yang masih sama, jawaban yang dikemukakan pun masih sama yaitu dewan meminta data yang sudah tersinkronisasi dengan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) tentang tanah dan penduduk yang belum mendapatkan ganti rugi.

Dewan juga meminta pemkab untuk menyampaikan informasi tentang kelanjutan peraturan presiden yang nanti akan menyelesaikan masalah dampak sosial Jatigede ini.

Namun, jawaban dari anggota dewan tidak juga memuaskan warga. Pimpinan sementara DPRD Dede Suwarman yang berusaha mengarahkan diskusi dan pembahasan malah disebut tak bisa menjalankan tugasnya. Begitu juga dengan anggota dewan lain yang cukup banyak hadir di ruang audensi.

“Dewan itu bisanya hanya ngoceh dan beretorika, belum ada rekomendasi tegas dan arahan pasti untuk pemkab atau pemerintah lainnya dalam penyelesaian ini, jadi dewan hanya sebagai moderator saja,” kata Udaya, warga Darmaraja.

Pernyataan serupa banyak disampaikan warga lainnya. Tak hanya dewan yang kena sasaran kekesalan warga, birokrat dari pemkab Sumedang pun mendapat hal serupa karena dalam memberikan keterangan, pejabat tersebut berkata-kata sambil tersenyum. Warga ingin dewan dan pejabat Sumedang ikut prihatin atas penderitaan warga Jatigede.

Setelah mendengar semua keluhan dan pernyataan peserta audensi, Dede menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan pembayaran ganti rugi dua kali atas tanah atau bangunan yang sebelumnya sudah mendapatkan ganti rugi.

Ganti rugi juga tidak akan dibayarkan untuk bangunan fiktif atau dikenal sebagai rumah hantu.

“Kalau bangunan dan rumah atau tanah memang secara hukum layak diganti rugi, tidak akan ada keraguan lagi, pasti dibayar, kami juga sebagai dewan akan merekomendasi secara tegas terkait hal itu,” kata Dede.

Audensi masih berlangsung lewat tengah hari. Sejak pukul 10.00, ratusan warga beraudensi bersama dewan dengan mengundang pejabat terkait sambil sesekali menyindir dan mengumpat dewan karena banyak yang tidak tahu masalah Jatigede karena baru saja dilantik

Sumber : http://www.inilahkoran.com/