Sopir Truk Tewas Tertimpa Kapas, Saat Menurunkan Karung Seberat 3 Kuintal

by -115 views


JATINANGOR (GM) – Wando (45), sopir truk kontainer nopol B 9595 QZ pengangkut bahan baku kapas, tewas tertimpa 1 bal bahan baku kapas seberat 3 kuintal. Peristiwanya terjadi di PT Kahatek, Jalan Raya Bandung-Garut, Desa Cintamulya, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Minggu (13/5), sekitar pukul 06.30 WIB.

Warga Kp. Wanasari, Desa Wanamulya, Kec. Pamulang, Kab. Pamulang, Jawa Tengah ini mengemudikan truk kontainer dari Tanjung Priok ke perusahaan. Wando tewas saat dilarikan ke RS AMC Cileunyi menggunakan ambulans PT Kahatek.

Muhamad Suhimin (20), kernet truk kontainer yang juga keponakan korban membenarkan kejadian tersebut. Bahkan ia sempat menyaksikan peristiwa tragis tersebut. “Kejadiannya saat saya bersama korban akan menurunkan bahan baku kapas di dalam truk kontainer, tiba-tiba satu bal kapas terjatuh dan menimpa bagian belakang korban. Bahan baku kapas itu jatuh saat pintu kontainer dibuka,” kata Muhamad Suhimin.

Menurut Muhamad Suhimin, saat kapas akan diturunkan dari dalam truk kontainer, dari atas satu bal bahan baku kapas langsung jatuh dan menimpa pundak korban. Kejadiannya berlangsung sangat cepat.

“Saat satu bal bahan baku kapas jatuh, korban tidak mengetahuinya. Korban tertimpa saat sedang berjalan ke arah pintu truk kontainer tempat jatuhnya bahan baku kapas tersebut. Korban baru empat bulan bekerja di PT Nadar Utama, sebagai jasa sopir angkutan barang. Hampir seminggu tiga kali, kami mengantarkan bahan baku kapas ke PT Kahatek,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sesaat setelah tertimpa barang, korban sempat dibawa ke klinik yang ada di lingkungan perusahaan PT Kahatek. Namun pihak klinik tak sanggup mengobatinya dan merujuk korban ke rumah sakit.

Namun dalam perjalanan ke rumah sakit, nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan akhirnya mengembuskan napas terakhirnya. Saat melakukan pemeriksaan, dokter RS AMC Cileunyi menyatakan korban sudah meninggal.

“Padahal, paman saya sempat terbangun saat berada di dalam ambulans di perjalanan menuju rumah sakit. Dia mengeluh sakit pundak,” katanya.

Ia mengungkapkan, nyawa korban tidak keburu diselamatkan karena saat berada di perjalanan terjebak kemacetan akibat adanya pasar tumpah. Ia pun memberitahukan peristiwa itu kepada keluarga yang ada di Kp. Wanasari.

Polres Sumedang dan Polsek Jatinangor telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Salah seorang petugas di RS AMC Cileunyi mengatakan, korban masuk unit gawat darurat sudah dalam keadaan meninggal dunia. Diduga, kematian korban karena telat di bawa ke rumah sakit.

Korban meninggalkan seorang istri, Janah (30) dan dua anaknya, Bahar (13) dan Sigit (4). Mereka bertemu dengan korban semasa hidupnya, rata-rata sebulan sekali ketika pulang ke kampung halamannya. “Saya tak menduga, paman saya meninggal akibat tertimpa bahan baku kapas yang diangkutnya,” katanya.

Sementara itu, Kabag Umum PT Kahatek, Ludy ketika dikonfirmasi “GM” melalui telepon selulernya membenarkan di perusahaan ada peristiwa tewasnya sopir truk kontainer yang tertimpa bahan baku kapas. “Saat kejadian saya tidak ada di kantor. Kasusnya telah ditangani aparat kepolisian,” kata Ludy.

(B.105)**