Sudah Jadi Kota Ilmu, Teknologi, dan Budaya, Kawasan Jatinangor Harus Segera Ditata

by -151 views


JATINANGOR, (17/12)

TAK bisa dimungkiri, kawasan Jatinangor, Kab. Sumedang, sudah jadi kawasan pendidikan. Selain kampus IPDN yang dihuni para praja dari Sabang sampai Merauke, Ikopin dan Unpad kini terus mengembangkan kampusnya, juga ITB yang terus bebenah.

Sayang namun dalam penataan kotanya masih tergolong amburadul. Insfrastruktur masih acak-acakan, pembangunan apartemen kian marak dan tak ada ruang terbuka hijau (RTH). Belum lagi pembuatan sumur artesis di sejumlah titik.

Agar kawasan Jatinangor benar-benar jadi pusat pendidikan, sejumlah pihak harus segera menyingsingkan lengan baju. Baik pengelola IPDN, Ikopin, Unpad, ITB, aparat kecamatan, Pemkab Sumedang, Pemprov Jabar serta LSM.

Prof. Dr. Indratmo Soekarno, M.Sc., Direktur Eksekutif Kampus ITB Jatinangor ketika ditemui “GM” di kampus ITB membenarnakan, Jatinangor sudah menjadi kawasan pendidikan yang harus segera ditata.

“Bukan hanya kawasan pendidikan, Jatinangor kini telah jadi kota ilmu, teknologi, dan budaya dengan eksisnya IPDN, Ikopin, Unpad, dan ITB. Bahkan, boleh dikatakan Jatinangor kini jadi lumbung pencetak kader pemimpin bangsa yang berkarakter dan andal,” katanya.

ITB Jatinangor sendiri menempati lahan seluas 47 hektare di bekas kampus Unwin dan digunakan lebih dari seratus mahasiswa. “Saat ini, mahasiswa yang belajar di jampus ITB Jatinangor, meski ada yang pra-S2 untuk jurusan fisika, kimia, dan matematika, namun umumnya program studi (prodi) baru,” terangnya.

Hutan tematik

Untuk penataan kawasan Jatinangor dan sekitarnya, khususnya lingkungan kampus ITB, pihaknya jauh-jauh hari telah melakukan pendekatan pada pengelola IPDN, Ikopin, dan Unpad, termasuk dinas terkait.

“Untuk lingkungan kampus ITB Jatinangor kita telah programkan green campus dan hutan tematik. Jika dalam pengembangan pembangunannya ratusan pohon ditebang, jangan khawatir karena tidak akan mengganggu resapan air. Pasalnya akan kembali ditanami ribuan pohon berkualitas agar tetap hijau dan membentuk hutan tematik,” katanya.

Bahkan ITB membidik kawasan Gunung Geulis untuk kembali dihijaukan. “Kita dengar upaya penghijauan Gunung Geulis dinilai gagal dan belum diketahui penyebabnya. Untuk meminimalisasi gundulnya Gunung Geulis, ITB Jatinangor telah mempersiapkan sejumlah langkah. Mudah-mudahan ini mendapat dukungan sejumlah pihak,”harapnya. 

Sementara itu, Drs, Arief M. Edie, M.Si., Karo Perencanaan dan Administrasi Akademik kampus IPDN Jatinangar ketika dimintai komentar terkait pernyataan Prof. Dr. Indratmo, pengelola kampus ITB Jatinangor tersebut membenarkan, Jatinangor yang kini telah menjadi kawasan pendidikan, juga telah menjadi kota ilmu, teknologi, dan budaya.

“Bahkan saya katakan, kawasan Jatinangor kini telah menjadi Indonesia mini menyusul berdirinya IPDN, Unpad, ITB, dan Ikopin. Untuk menata kawasan Kota Jatinangor dan sekitarnya agar lebih baik, pihak IPDN mendukung dan siap melakukan langkah-langkah, termasuk terus berkoordinasi dengan pengelola kampus Unpad, ITB, Ikopin serta sejumlah pihak terkait,” katanya.

(yayan s./”GM”)**