Sumber Air di Gua Walet Jatinangor Menyusut, Pelanggan PDAM Digilir 4 Hari Sekali

by -311 views



JATINANGOR (GM) – Menyusutnya debit air di mata air Gua Walet, kawasan Gunung Manglayang, Kec. Sukasari, Kab. Sumedang, yang selama ini jadi sumber air PDAM Tirta Medal Sumedang, membuat pasokan air kepada para pelanggan PDAM terganggu.

Bahkan para pelanggan PDAM di Kec. Jatinangor dan sekitarnya kini terpaksa harus menunggu 4 hari jika ingin mendapat kiriman air bersih ke rumahnya dari PDAM. Pasalnya, PDAM Tirta Medal Cabang Jatinangor memberlakukan suplai air kepada para pelanggan secara bergilir 4 hari sekali.

Kepala PDAM Tirta Medal Cabang Jatinangor, Beben Basuki, S.T. melalui Kasubag Umum, Hj. Tati Haryati, S.E. saat dikonfirmasi “GM” di Jalan Kolonel Achmad Syam, Jatinangor, Selasa (18/9), membenarkan suplai air kepada pelanggan dilakukan secara bergilir 4 hari sekali.

Menurut Hj. Tati, pihak PDAM terpaksa memberlakukan hal itu karena kian sulitnya pasokan air bersih dari sumber mata air di Gua Walet dan dua sumur di Desa Cileles, Kec. Jatinangor. “Sejak beberapa bulan ini, PDAM terpaksa melakukan cara ini agar semua pelanggan tetap terlayani,” kata Hj. Tati.

Menurut Hj. Tati, 1.891 pelanggan PDAM saat ini harus mendapat pelayanan proma. “Karena mata air Gua Walet debit airnya kian menyusut akibat kekeringan, sistem giliran pasokan air terpaksa diberlakukan. Ujung-unjungnya, permintaan pelanggan baru pun terpaksa dihentikan,” kata Hj. Tati.

Terbatasnya suplai air, tambahnya, selain akibat debit air di Gua Walet menyusut, juga akibat berkurangnya air di dua sumur Desa Cileles. “Sumber air yang jadi andalan PDAM bukan hanya untuk pelanggan di Jatinangor. Namun, dialokasikan juga untuk pelanggan di Kec. Tanjungsari.

“Kedua titik tersebut telah lama jadi andalan pasokan air bagi PDAM untuk disuplai kepada para pelanggan. Debit air dari Gua Walet yang sebelumnya mencapai sekitar 20 liter per detik dan dua sumur di Desa Cileles 10 liter per detik kini debitnya turun dratis. Namun pihak PDAM akan terus melakukan langkah agar pelanggan PDAM terkirim air bersih,” katanya.

Seminggu baru ngocor

Sementara itu, Ikin (50), salah seorang pelanggan PDAM Tirta Medal, warga Kompleks Cipacing Permai (Puskopad) RW 28 Desa Cipacing, Kec. Jatinangor mengatakan, para pelanggan PDAM di kompleksnya dalam dua bulan terakhir ini mengeluh. Pasalnya, air PDAM hanya ngocor seminggu sekali.

“Meski para penghuni kompleks, terutama pelanggan PDAM Tirta Medal telah tahu kemarau akan mengakibatkan air bersih sulit didapat, namun pelayanan PDAM terhadap pelanggan harus diutamakan. Intinya, bagaimana caranya PDAM mengirim air yang berkualitas secara kontinu. Ini mah, selain airnya jelek, ngocor-nya juga seminggu sekali,” kata Ikin.

Kepala Desa Cibeusi, Kec. Jatinangor, H. Dedih Junaedi didampingi sekdesnya, Ruyani menyatakan, pertumbuhan pesat Jatinangor dan sekitarnya menjadi pemicu semakin berkurangnya persediaan air bersih. “Berdirinya perguruan tinggi, pusat perbelanjaan, perumahan, dan kos-kossan di Jatinangor, semakin menyedot persediaan air bersih. Di Desa Cibeusi saat ini air bersih benar-benar krisis,” kata Dedih.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Jatiroke, Ulan Ruslan. Menurut Ulan, wilayahnya pun kini krisis air bersih.

“Sejak tiga bulan terakhir ini banyak warga yang mencari air ke sejumlah titik dengan menggunakan kendaraan. Kondisi seperti ini terjadi setiap musim kemarau. Hanya tahun ini krisis air bersih tergolong parah. Lihat saja, sumur gali milik warga banyak yang kering,” katanya.

(B.46)**

Sumber : klik-galamedia