Sumedang Desak Provinsi Alokasikan Lagi Fasos Jatigede

by -107 views

Jatinangorku.com – Pemkab Sumedang mendesak Pemprov Jabar untuk mengalokasikan kembali bantuan anggaran untuk membangun fasilitas umum dan sosial (fasum dan fasos) di tempat relokasi warga Jatigede pada perubahan APBD I Pemprov Jabar tahun ini. Pasalnya, pembangunan fasum dan fasos tersebut dinilai sangat penting dan mendesak harus dipenuhi karena sangat dibutuhkan oleh warga Jatigede. Fasum dan fasos tersebut, terutama membangun jalan lingkungan, penyediaan air bersih dan pemasangan listrik.

“Karena realisasi bantuan anggaran pembangunan fasum dan fasos oleh provinsi tahun ini sangat minim, sehingga kami akan mengajukan kembali pada perubahan APBD I Pemprov Jabar tahun ini. Mudah-mudahan dalam perubahan anggaran nanti, provinsi bisa merealisasikan anggaran sepenuhnya,” kata Wakil Bupati Sumedang Eka Setiawan usai rapat koordinasi dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di ruang rapat Cakrabuana di kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang, Jalan Prabu Gajah Agung Sumedang, Senin (22/2/2016).

Menurut dia, anggaran pembangunan fasum dan fasos di sejumlah tempat relokasi warga Jatigede yang diusulkan kepada Pemprov Jabar tahun kemarin sekitar Rp 90 miliar. Namun, dari pengajuan anggaran sebesar itu hanya direalisasikan tahun ini sekitar Rp 5,6 miliar. Sebagian besar anggarannya dialihkan untuk pembiayaan penyelenggaraan PON XIX Jabar September nanti.

“Awalnya dari Rp 90 miliar, sempat diturunkan menjadi Rp 45 miliar. Anggaran Rp 45 miliar itu dinilai sudah fix yang disampaikan oleh provinsi beberapa hari sebelum pencairan. Namun entah kenapa, pencairannya jadi Rp 5,6 miliar. Memang sebelumnya saya kecewa. Akan tetapi, dari pihak provinsi sudah meminta maaf. Mudah-mudahan saja, bantuan anggaran itu dialokasikan lagi oleh provinsi dalam perubahan anggaran nanti,” kata Eka.

Pembangunan fasum dan fasos di tempat relokasi warga Jatigede, lanjut dia, memang sangat mendesak harus segera diwujudkan. Sebab, kondisinya sangat memprihatinkan. Seperti halnya di Blok Pamondokan, Desa Pawenang, Kec. Jatinunggal yang sempat ditinjau langsung beberapa waktu lalu.

Kondisinya, jalan lingkungan masih berupa tanah merah yang sangat licin dan berlumpur. Belum tersedia air bersih dan terpasang listrik. “Memang saya juga prihatin melihat kondisi di tempat relokasi warga Jatigede,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumedang, Subagio menyebutkan, pengajuan anggaran pembangunan fasum dan fasos di kawasan pemukiman baru untuk warga Jatigede yang diusulkan kepada Pemprov Jabar sebesar Rp 91,97 miliar.

Pengajuan anggaran itu disampaikan langsung kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan pada 24 November 2015 lalu.

Usulan anggaran sebesar itu, diantaranya untuk biaya pemasangan listrik pedesaan di 10 lokasi pemukiman warga Jatigede sebesar Rp 3,14 miliar. Selain itu, pembangunan jalan desa di 11 lokasi Rp 8,48 juta, jalan lingkungan di 10 lokasi Rp 33, 5 miliar serta pembangunan tembok penahan tebing (TPT) di 12 lokasi Rp 18, 72 miliar.

“Namun sayangnya, dari pengajuan anggaran Rp 91,97 miliar itu, yang direalisasikan hanya Rp 5,7 miliar. Padahal tiga hari sebelum pencairan, pihak provinsi sudah memastikan akan merealisasikan seluruhnya. Jelas kami sangat kecewa. Kami malu kepada masyarakat Jatigede. Apalagi mereka sangat mengharapkan dan menanti pembangunan fasum dan fasos tersebut. Justru beberapa kali kunjungan ke tempat relokasi bersama provinsi, pihak provinsi sendiri yang menjanjikan akan membantu pembangunan fasum dan fasos tersebut. Apalagi pak gubernur sendiri sempat bilang, pemerintah tidak akan menyengsarakan masyarakat Jatigede,” ujarnya

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/