Sumedang Menjadi Kawasan Rawan Laka Kebutuhan PJU Baru Terpenuhi 20%

by -18 views

Sumedang Menjadi Kawasan Rawan Laka Kebutuhan PJU Baru Terpenuhi 20%

Jatinangorku.com – Kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) untuk menerangi sejumlah ruas jalan di Kab. Sumedang, diperkirakan baru terpenuhi 20%. Jumlah tersebut mas­ih jauh dari ideal, karena Sumedang membutuhkan 10.000 titik PJU.

Demikian dijelaskan Kepala Dinas Pertambangan Sumber Daya Energi dan Pertanahan Kab. Sumedang, Drs. H. Surys Laksana Putra, M.Si. kepada “GM”, Selasa (15/7).

Menurut Surys, 10.000 titik PJU ha­rus terpasang pada ruas jalan kabupa­ten sepanjang 796 kilometer. Namun karena keterbatasan anggaran, hingga saat ini PJU yang sudah terpasang masih sangat minim.

“PJU yang ada saat ini pemasangannya kita prioritas­kan di sejumlah titik rawan. Seperti di daerah rawan kecelakaan dan tinda kejahatan serta bencana alam,” katanya.

Pihaknya tidak menampik di beberapa titik ruas jalan kabupaten situasinya sangat gelap pada malam hari. Peme­rintah daerah berjanji akan secara rutin menyiapkan anggaran setiap tahun untuk pemasangan PJU. Guna mempercepat pemenuhan fasilitas umum tersebut, pihaknya juga akan melobi provinsi dan pusat untuk bantuan dana.

“Kita akan terus mengupayakan menambah pemasangan PJU di ruas jalan kabupaten. Menurut data pemenuhan PJU di ruas jalan itu baru mencapai 20 persen atau sekitar 2.000 titik,” terangnya.

Sebagian dari PJU tersebut dalam kondisi rusak atau tidak menyala. Kerusakan diakibatkan faktor usia sehingga komponen atau material yang digunakan sudah sulit diperbaiki. Ditam­bahkan Surys, PJU yang mengalami kerusakan fatal adalah yang menggunakan sistem tenaga surya (PJUTS). Selain komponennya mahal, sistem PJUTS sulit diperbaiki.

“Oleh sebab itu, kita akan mempertahankan PJU yang menggunakan daya PLN karena jauh lebih efisien,” katanya.

Potensi kecelakaan

Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Su­medang, AKP Wahyo mengatakan, mi­nimnya penerangan di sejumlah ruas ja­lan kabupaten, provinsi, dan nasional mem­buat potensi kecelakaan lalu lintas menjadi sangat tinggi, terutama di malam hari.

Contohnya PJU disepanjang kawasan Paseh-Tomo di Jalur Sumedang-Cirebon. Malam hari di beberapa titik jalur tersebut, seperti di tanjakan Nyalindung sangat gelap. Kondisi bisa sangat fatal bila lampu kendaraan tidak berfungsi dengan baik. “Apalagi jika turun hujan, sangat berbahaya bagi pengguna jalan,” paparnya.

Pihaknya berharap institusi terkait segera menambah PJU, apalagi menjelang arus mudik. “Di samping itu, segera pasangi rambu lalu lintas di sejumlah titik rawan kecelakaan. Selain itu, meski dengan bahan yang sederhana seperti tripleks, kita sudah berupaya memasang rambu lalu lintas darurat,” tegasnya.

Ditambahkan Wahyo, selain tanjakan Nyalindung, wilayah Kec. Tanjungsari (Tikungan Bangkong) juga menjadi salah satu kawasan rawan kecelakaan untuk jalur Sumedang-Bandung. “Untuk itu, kami mengimbau semua pengendara roda dua dan roda empat agar berhati-hati,” ujarnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/