Sumedang Terbanyak Langgar Protokol Kesehatan di Jabar

by -19 views
Sumedang Terbanyak Langgar Protokol Kesehatan di Jabar
Sumedang Terbanyak Langgar Protokol Kesehatan di Jabar

Sumedang Terbanyak Langgar Protokol Kesehatan di Jabar – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui tim penegakan aturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terus melakukan operasi yustisi untuk mendisiplinkan para pelanggar.

Berdasarkan catatan Satpol PP Provinsi Jabar yang diperoleh dari 27 satpol kota/kabupaten telah menindak 28.869 pelanggar protokol kesehatan.

Puluhan ribu pelanggar tersebut dilaporkan pada periode 29 Agustus-25 September 2020. Adapun daerah dengan penindakan pelanggaran terbanyak terjadi di Kabupaten Sumedang dengan total 11.235 pelanggaran. Diikuti Kabupaten Kuningan 3.925 penindakan, Kota Bandung (3.031), Kabupaten Purwakarta (1.699), dan Kabupaten Majalengka (1.580).

Berdasarkan data Satpol PP Jabar terungkap, pelanggaran di Sumedang didominasi masyarakat perorangan yakni sebanyak 11.228 pelanggar. Sedangkan enam lainnya merupakan pelanggar yang berasal dari badan hukum/usaha. Meski tercatat terjadi pelanggaran, hanya teguran ringan yang diberikan. Tidak tercatat adanya denda administratif yang diberikan kepada para pelanggar.

Sementara itu di Kota Bogor, warga yang melanggar protokol kesehatan relatif lebih sedikit dengan angka 504 pelanggaran dan satu di antaranya berstatus aparat atau pegawai negeri. Namun, jumlah badan hukum/usaha yang melanggar di kota hujan ini relatif banyak dengan 49 pelanggar.

Berbeda dengan Sumedang, Satpol PP Kota Bogor menerima uang denda administratif Rp36.760.000 dari 553 pelanggar yang terdiri dari perorangan atau badan hukum. Sehingga total denda administratif yang diterima sebesar Rp38.260.000.

Mayoritas pelanggaran yang dilakukan adalah tak memakai masker atau tak mematuhi jam dan ketentuan operasional bagi badan usaha/hukum.

Selain Kota Bogor, sanksi berat berupa denda terbesar juga dikumpulkan Kota Tasikmalaya sebesar Rp900 ribu. Kemudian, diikuti Kota Bandung Rp500 ribu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jabar, M Ade Afriandi mengatakan, pihaknya kembali akan melaksanakan operasi gabungan secara masif di sepuluh daerah pada 28 September sampai 3 Oktober 2020. Sepuluh daerah itu adalah Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kota Cimahi, Bandung, dan Kabupaten Karawang

“Operasi secara masif tidak hanya dilakukan di jalan maupun fasilitas publik. Kami akan melakukan operasi ke titik-titik yang berpotensi menyebabkan kerumunan,” tutur Ade, Senin (28/9) kemarin.

Menurut Ade, operasi penegakan bakal melibatkan banyak pihak. Mulai dari Gugus Tugas Jabar sampai Satpol PP kabupaten/kota.

Selain operasi penegakan, Satpol PP Jabar akan melaksanakan Operasi Patroli Edukasi Masker di Lembur (Sipelem), dengan mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat dan menjelaskan secara komprehensif Pergub Jabar Nomor 60 Tahun 2020.

“Sejauh ini Satpol PP Kabupaten Sumedang, Kota Bogor, dan Kota Depok, sangat intensif dalam melakukan operasi. Operasi digelar tiap hari. Mereka juga sudah menerapkan sanksi berat,” ujar Ade.

 

Baca Juga : Kedapatan Bawa Sabu ke Depan Apartement di Jatinangor, Pria Warga Bandung Ini Diringkus Polisi

 

Pemberian sanksi itu sendiri merujuk pada Pergub Nomor 60 Tahun 2020 yang ditandatangani Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada 27 Juli lalu.

Sanksi administratif diterapkan secara bertahap yakni sanksi ringan, sedang, dan berat. Sanksi ringan terdiri atas teguran lisan dan teguran tulisan. Sanksi sedang meliputi jaminan kartu identitas, kerja sosial, dan pengumuman secara terbuka. Sedangkan sanksi berat berupa denda administratif, penghentian sementara kegiatan, penghentian tetap kegiatan, pembekuan izin usaha sampai rekomendasi pencabutan izin usaha.

 

 

 

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/