Sungai Citarum Sisakan Sampah dan Limbah

by -52 views

Sungai Citarum Sisakan Sampah dan Limbah

 Jatinangor.com – Kemarau baru beberapa pekan tapi debit air Sungai Citarum mulai menyusut hingga menyisakan sampah dan limbah cair. Sementara pemantauan di mata air hulu Sungai Citarum yang berada di kawasan Gunung Wayang Kertasari, Kab. Bandung, aliran air masih terlihat stabil. Selama ini tingginya debit aliran sungai itu selain karena ada sumber mata air, juga bercampur dengan air hujan. 

Penyusutan aliran air Sungai Citarum yang berada di bagian tengah aliran sungai tersebut karena ada pembagian dan penggunaan air untuk pertanian hortikultura dan pertanian padi yang ada di sepanjang aliran sungai tersebut. Selain itu, debit air yang dialirkan ke sejumlah perusahaan industri tekstil untuk kelangsungan perusahaan mereka.

Pemerhati lingkungan hidup Kab. Bandung, Hasim Bisri, S.Pd. mengatakan, penyusutan debit aliran air Sungai Citarum berpotensi menimbulkan lebih kuatnya pencemaran aliran Sungai Citarum yang disebabkan pencemaran limbah cair yang dibuang perusahaan industri di hulu maupun bagian tengah sungai tersebut.

“Di musim kemarau itu, sangat rawan pencemaran lingkungan. Selain karena limbah cair masih dibuang ke sungai, ditambah lagi masih banyaknya warga yang membuang sampah rumah tangga ke sungai,”kata Hasim kepada “GM” di Solokanjeruk, Minggu (25/8).

Seperti biasanya, kata Hasim, pada musim kemarau itu, kondisi pencemaran limbah cair di sepanjang aliran sungai terpanjang di Jabar itu akan semakin kuat. “Saya sering perhatikan, kalau di musim kemarau, aliran air Sungai Citarum terlihat hitam pekat. Sebab pembuangan limbah cair lebih dominan ketimbang aliran air baku yang ada di sungai tersebut,” katanya.

Menurutnya, kondisi seperti itu sudah berlangsung cukup lama, setelah banyak berdiri pabrik industri tekstil penghasil limbah cair di kawasan daerah aliran Sungai Citarum. Pencemaran lingkungan yang disebabkan limbah cair industri tekstil itu sulit dihindari, selama perusahaan penghasil limbah cair tetap membuangnya ke sungai.

“Warga yang dekat dengan aliran Sungai Citarum akan mencium bau tidak sedap saat aliran sungai itu menjadi tempat membuang limbah cair. Yang jelas pencemaran lingkungan akan terus terjadi, selama kebersihan Sungai Citarum tidak dijaga oleh kita bersama,” katanya.

Ia mengatakan, jika semua pihak peduli dalam menjaga dan memelihara kebersihan Sungai Citarum dari pencemaran limbah cair dan sampah rumah akan menjadi salah satu pusat kegiatan atau objek wisata. Seperti halnya keberadaan sungai-sungai di Singapura.

Sumber : http://klik-galamedia.com