Tahu dan Tempe Semakin Langka

by -61 views

Tahu dan Tempe Semakin Langka

Jatinangorku.com – Komoditas tahu dan tempe di pasaran kini kian langka, menyusul harga kedelai yang melambung tinggi. Padahal kedelai merupakan bahan baku para perajin tahu dan tempe.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakopindo), Drs. Aip Syarifuddin mengatakan, kenaikan harga kedelai yang hampir delapan kali lipat sudah tidak wajar.

“Kenaikan harga kedelai dari Rp 10 ribu hingga Rp 83.000/km, merupakan permasalahan serius yang harus segera diatasi,” katanya kepada wartawan saat ditemui di kampus Ikopin Jatinangor, Selasa (3/9).

Padahal menurutnya importir kedelai seperti Amerika kini tengah musim panen. Selain itu, ia menilai harga tukar rupiah masih bisa ditoleransi.

Ia melihat keterlambatan impor kedelai menjadi kendala utama harga kedelai yang kini membuat pengusaha tahu dan tempe di ambang kebangkrutan.

“Pengusaha tahu tempe di 21 provinsi seluruh Indonesia, membutuhkan 135 ton kedelai per bulan. Ditahannya stok kedelai oleh sebagian importir mengakibatkan pengusaha berskala kecil bingung, karena mereka tak bisa membeli kedelai dalam jumlah sedikit,” katanya.

Gakopindo mendesak agar pemerintah melalui Menteri Perdagangan segera mengeluarkan izin impor sehingga distribusi kedelai lancar.

“Importir yang masih bisa menjual kedelai di antaranya PT Multy Agro dan PT Gerbang Cahaya utama (GCU). Tentu saja, pasokan kedelai dari dua importir tersebut sangat tidak mencukupi,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com