Tahun 2016, PAD Jabar Patok Target Rp 16 Triliun

by -25 views
Jatinangorku.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan,  tingkatkan layanan Samsat untuk kejar target PAD (Pendapatan Asli Daerah) Jawa Barat.
 
Dari total PAD Provinsi Jawa Barat sekitar Rp 18 trilun paling besar yang menyumbangkan PAD adalah dari pembayaran pajak kendaraan bermotor, BBN KB (Bea Balik Nama Kenadaraan Bermotor) dan daftar ulang kendaraan yang mencapai sekitara Rp 15,8 triliun, bahkan di tahun 2016 mendatangan ditargetkan untuk  PAD bidang tersebut dinaikan menjadi Rp 16 triliun. 
 
“Kami terus tingkat pelayanan kepada masyarakat agar tingkat kesadaran masayarakat untuk membayar pajak semakin meningkat,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa, saat melakukan pantauan ke kantor Samsat Ciamis.
 
Dikatakan Iwa, salah satu program yang saat ini sudah berjalan efektif adalah samsat gendong yang menggunakan pola jemput bola langsung kepada wajib pajak. 
 
“Kalau samsat gendong ini kan bisa langsung ke masyarkat pelosok yang notabe jauh untuk membayar pajak ke kantor samsat yang ada di pusat kota, belum lagi e-samsat yang bisa transaksi di bank serta outlet samsat yang ada di kecamatan,” ujar Iwa. 
 
Dengan beberapa program yang telah berjalan sekarang ini Iwa meyakini, target PAD dari pembayaran pajak, BBN KB dan daftar ulang bisa terkejar. Belum lagi saat ini sejumlah kantor samsat yang ada di Kabupaten/kota sedangan melakukan pembangunan untuk peningkatan saran dan prasaran.
 
“Ciptakan rasa nyaman untuk masyarakat yang membayar pajak di kantor samsat dengan cara penuhi fasilitas yang kurang serta meningkatkan tingkat kenyamanan bagi wajib pajak. Itu adalah salah satu cara meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak,” tutur Iwa. 
 
Iwa mencontohkan, Samsat Ciamis saat ini pembayaran pajak kendaraan motornya  sudah mencapi 100% itu karena pelayanan prima kepada wajib pajak berjalan lancar. Aritnya disini jika kesadaran wajib pajak warga Ciamis sudah meningkat. Akan tetapi kata Iwa, jangan cukup puas disitu saja karena masih ada pontensi lain yang harus digenjot yaitu dari BBN KB dan daftar ulang kendaraan bermotor, serta biaya pajak kendaraan baru. 
 
“Saya harap tahun depan dengan target Rp 16 miliar bisa tercapai dengan lancar bahkan harus bisa melampaui target,” kata Iwa.
 
Iwa menghimbau, agar masyarakat melakukan pembayaran pajak agar tepat waktu, karena dari pembayaran pajak ini hasilnya akan dirasakan kembali oleh masyarakat, untuk membangun infrastruktur seperti jalan. 
 
“Jadi dengan membayar pajak masyarakat tidak ada ruginya, semua uang dari pajak ini akan kembali kepada masyarakat,” tutur dia.