Tahun Depan, 36 Persen APBD Jabar Untuk Pendidikan

by -11 views

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menaikkan anggaran fungsi pendidikan dalam tahun anggaran 2017. Asisten Daerah (Asda) IV Setda Pemprov Jabar M. Solihin mengatakan, kenaikan anggaran ini dikarenakan adanya alih kelola SMA dan SMK pada tahun depan.

Solihin mengatakan, kenaikan anggaran fungsi pendidikan untuk tahun depan cukup signifikan yaitu 36%. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan kewajiban yang harus dialokasikan yaitu 20%.

“Kan di dalamnya termasuk alokasi untuk gaji Pegawai Negeri Sipil, gaji tenaga pendidikan dan kependidikan. Estimasi angkanya sekarang secara keseluruhan hampir sebesar Rp 10 triliun,” kata Solihin kepada wartawan ditemui di Gedung Sate, Bandung, Selasa (29/11/2016).

Solihin melanjutkan, anggaran lain yang mengalami kenaikan adalah sektor kesehatan yaitu sebesar 10,36% untuk tahun 2017. Menurut Solihin kebanyakan alokasi anggaran kesehatan akan dipakai untuk pembangunan infrastruktur terutama pembangunan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di beberapa daera di Jawa Barat.

“Karena Puskesmas kan merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah,” kata Solihin.

Selain itu penggunaan anggaran kesehatan juga akan dipakai untuk peningkatan infrastruktur dua rumah sakit di daerah Pameungpeuk Garut dan Jampangkulon Sukabumi. Dia mengatakan alokasi peningkatan kedua rumah sakit daerah tersebut cukup besar.

Pemprov Jabar juga akan memberikan perhatian khusus terhadap fasilitas-fasilitas kesehatan di Kabupaten Pangandaran yang merupakan kabupaten terbaru di tatar Parahyangan dan belum memiliki fasilitas rumah sakit yang memadai dan bahkan Puskesmasnya pun belum punya ruang rawat inap.

“Termasuk dua Puskesmas di sana yang menjadi perhatian Pak Gubernur karena kondisi fisiknya yang memprihatinkan,” katanya.

Masyarakat perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah juga tidak luput dari perhatian Pemprov Jabar karena Rumah Sakit Paru yang dikelola provinsi akan ditingkatkan fasilitasnya. Solihin beralasan pemberian perhatian lebih kepada Rumah Sakit Paru Jawa Barat yang terletak di Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, karena tidak sedikit pasiennya yang berasal dari Jateng.

“Kami melayani pasien dari Jawa Tengah juga karena di daerah perbatasan tersebut tidak ada Rumah Sakit Paru yang memadai dan kebanyakan pasiennya berasal dari kalangan tidak mampu,” pungkas Solihin.