Tak Lulus CPNS, Guru di Sumedang Mogok Mengajar

by -27 views
Tak Lulus CPNS, Guru di Sumedang Mogok Mengajar
Tak Lulus CPNS, Guru di Sumedang Mogok Mengajar

Tak Lulus CPNS, Guru di Sumedang Mogok Mengajar

Jatinangorku.com – Sejumlah pengajar honorer di SMPN 4 Wado enggan datang ke sekolah untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) arena kecewa tak lulus seleksi CPNS Kategori II. Akibatnya proses KBM terhambat, dan berdampak kepada 235 siswa SMPN 4 Wado yang terlantar.

Menurut salah seorang guru honorer, aksi ini dipicu rasa kecewa yang tinggi akibat tidak lulus seleksi CPNS tempo hari. Padahal menurutnya, para guru honorer yang ada di SMPN 4 Wado sudah lama mengabdi. Bahkan bukan hanya mengabdi tapi para guru honorer perintis dari berdirinya SMPN 4 wado yang dulunya hanya SMP satu atap.

“Saya bukan memboikot, tapi untuk saat ini kondisi psikologis saya sedang down, sehingga kalau pun toh dipaksakan mengajar tidak akan konsentrasi,” ujarnya, Senin (17/2/2014).

Di SMPN 4 Wado, terdapat 16 staf pengajar. Namun hanya satu orang saja yakni Kepala Sekolah yang berstatus PNS.

“Kami memang kemarin mengikuti tes CPNS K2, dari 15 yang ikut seleksi memang hanya dua orang yang lulus, itupun masa tugasnya masih baru dibanding yang lainnya. Namun kami bukan iri sama yang lulus, tapi paling tidak ada kebijakan bagi yang sudah lama yang juga ikut mendirikan dan merintis sekolah ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 4 Wado R. Suwandi membenarkan kondisi terhambatnya proses KBM di sekolahnya. Namun demikian proses KBM tetap dilaksanakan meski pengajar yang datang hanya beberapa guru.

Menurutnya, aksi para guru tidak hadir bukan berarti memboikot mengajar. Tapi sebagian guru yang tidak masuk,beralasan ada kepentingan lain.

“Saya memaklumi adanya ungkapan kekecewaan dari guru honorer yang tidak lulus. Namun mereka bukan memboikot, karena mereka yang tidak masuk juga memberikan informasi kepada saya untuk izin tidak masuk,” katanya.

Suwandi mengakui, honorer yang tidak lulus memang menjadi andalan di sekolahnya, sehingga ia juga merasa kecewa honorer yang sudah lama mengabdi di sekolahnya banyak yang tidak lulus jadi PNS.

Suwandi berharap dengan kondisi itu, bisa mendapatkan perhatian dari Pemkab Sumedang, karena kalau tidak bisa berdampak buruk pada KBM siswa.

“Idealnya kita punya setengah tenaga pengajar yang berstatus PNS, sehingga para pengajarpun bisa maksimal dan bersemangat mengabdi,”

Sumber : http://www.inilahkoran.com/