Takut Makan Coklat? Kenapa Tidak?

by -55 views

Jatinangorku.com – Coklat merupakan makanan yang banyak digemari oleh semua kalangan mulai dari anak-anak dewasa hingga orang tua. Dikalangan remaja terutama wanita adalah kalangan yang paling sering mengkonsumsi coklat, sehingga sering dijadikan sebagai pembangkit mood atau yang lebih dikenal sebagai moodbooster, namun tak sedikit juga di kalangan wanita yang takut mengkonsumsi coklat karena bisa berakibat kegemukan. Selain rasanya enak ternyata coklat memiliki banyak sekali manfaat terutama bagi tubuh kita. Sebagian orang mungkin ada yang sudah tahu manfaat mengkonsumsi coklat, namun tidak sedikit juga orang yang belum mengetahuinya. Sebenarnya apa saja sih manfaat coklat sehingga dapat memberikan manfaat terutama bagi kesehatan tubuh kita?

Coklat itu sendiri dihasilkan melalui serangkaian proses dari biji kakao. Biji kakao sendiri berasal dari tanaman cacao atau Theobroma Cacao yang hanya tumbuh di daerah tropis. Dalam bahasa Yunani, theobroma berarti makanan para dewa. Dalam kebudayaan Meso Amerika, biji kakao bernilai sangat tinggi sehingga dijadikan sebagai mata uang. Melalui pengolahan, biji kakao ini menghasilkan cocoa liquor (cocoa mass), cocoa butter dan cocoa  powder, nah biji kakao dan turunannya ini merupakan sumber antioksidan yang merupakan senyawa yang dapat mengurangi resiko penyakit jantung, mengapa? karena antioksidan ini akan mencegah oksidasi LDL (Low density lipoproteins) atau lemak jahat, sehingga dapat mencegah sumbatan pada dinding-dinding pembuluh darah arteri.

Namun, konsumsi coklat sesuai dosis dan teratur tersebutlah yang dapat menjaga kesehatan jantung dan juga terhindar dari resiko stroke. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa dengan makan sepotong kecil coklat setiap hari dapat mengurangi resiko serangan jantung dan stroke. Hal itu dikatakan para peneliti di Jerman. Katanya, orang yang makan sekitar 100 gram (3,5oz) chocolate bar per hari memiliki resiko serangan jantung atau stroke lebih rendah daripada mereka yang tidak makan coklat sama sekali.

Menurut penelitian yang dipublikasikan Asosiasi Jantung Amerika juga menyebutkan apabila kita mengkonsumsi sebatang coklat setiap hari dapat menurunkan tekanan darah dan memperbaiki daya tahan insulin. Sementara itu bagi perokok berat, mengonsumsi coklat hitam atau dark chocolate dapat mencegah penyakit jantung. Walaupun rasanya sangat pahit tetapi di balik itu, menurut peneliti dari Universitas Zurich yang dipublikasikan jurnal kesehatan Inggris Heart, pada coklat hitam terdapat kandungan kokoa yang sangat tinggi, sekitar 75%, yang dapat memperbaiki sirkulasi darah secara signifikan.

Para pencinta coklat bergembiralah, karena hasil penelitian juga mengindikasikan  bahwa mengkonsumsi coklat dapat merangsang dan meningkatkan kinerja otak, mengapa demikian? karena coklat sendiri mengandung banyak unsur yang bersifat sebagai stimulan seperti theobromine, phenethylamine, dan kaffeine. Nah, Senyawa-senyawa itu telah ditemukan sebelumnya bersifat meningkatkan tingkat kesadaran dan kemampuan berkonsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan, dengan mengonsumsi coklat dapat memperoleh efek stimulasi yang akan membuat peningkatan performa mental. Senyawa Theobromine dalam coklat ini disinyalir berfungsi menyembuhkan batuk secara lebih baik dibandingkan obat batuk. Studi yang dilakukan terhadap seekor tikus pun membuktikan bahwa coklat dapat menekan gejala migren.

Manfaat lain dari coklat juga memiliki efek stimulan produksi endorfin, kelenjar mengandung serotonin yang befungsi sebagai antidepresan. Hal ini yang membuat para pecinta coklat memiliki suasana hati yang nyaman dan terhindar dari depresi. Perbedaan kualitas coklat juga berpengaruh dalam hasil studi, demikian menurut periset, sehingga dengan kata lain, semakin tinggi kadar coklat (cacao) maka coklat akan memiliki manfaat lebih besar. Penelitian baru-baru ini juga menemukan senyawa yang terdapat dalam coklat dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi karena coklat kaya flavanol, sejenis antioksidan yang dapat melacak dan menghancurkan kimia berbahaya dalam tubuh yang menyebabkan penuaan dan berpotensi pada penyakit serius.

            Kalangan wanita terkadang takut mengkonsumsi coklat karena dapat menyebabkan kegemukan. Namun para ahli gizi berpendapat bahwa tidak ada sesuatu makanan pun yang dapat menyebabkan kegemukan. Berat badan seseorang bertambah ketika kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih besar daripada kalori yang dibuang/dikeluarkan melalui aktivitas fisik. Penelitian yang dilakukan pada asupan diet rata-rata di Amerika menunjukkan bahwa coklat hanya berkontribusi 0,7-1,0% dari total kalori.

Sehingga sering timbul pertanyaan seberapa banyak sih kita boleh mengkonsumsi coklat? Sebenarnya tidak ada anjuran gizi yang pasti untuk ini, namun demikian makan coklat 2-3 kali seminggu atau minum susu coklat tiap hari kiranya masih dapat diterima. Prinsip gizi sebenarnya mudah yaitu makanlah segala jenis makanan secara moderat. Masalah gizi umumnya timbul apabila kita makan makanan terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Sehingga timbul pertanyaan lain sebenarnya coklat jenis apa sih yang boleh dikonsumsi? Nah sebenarnya coklat yang beredar di pasaran itu kebanyakan telah mengalami beberapa proses pengolahan, sehingga banyak dicampur dengan susu dan gula. Kualitas coklat seperti ini sudah tidak lagi murni dan kandungan coklat murninya menjadi sedikit, secara tidak langsung kandungan zat yang bermanfaat dalam coklat berkurang. Coklat jenis ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bagi terapi coklat yang menginginkan manfaat baik dari coklat. Menurut American Dietetic Association, semakin murni coklat yang kita konsumsi maka akan semakin besar keuntungan yang kita peroleh. Coklat yang baik untuk dikonsumsi adalah jenis dark chocolate yaitu coklat yang mengandung gula, mengandung 70% cocoa dan rendah kalori.

Coklat hitam atau jenis dark chocolate ini dapat melindungi tubuh dari serangan stroke. Sebuah penelitian di University of California mengungkapkan, coklat hitam mencegah pembekuan darah. Seperti diketahui, membekunya darah merupakan salah satu kondisi yang membuat seseorang terkena stroke. Coklat hitam atau dark chocolate juga memiliki kandungan antioksidan yang lebih baik. Antioksidan merupakan bahan yang membantu menetralkan radikal bebas dan melindungi tubuh terhadap dampak yang dapat merusak. Antioksidan mencegah radikal bebas yang berkembang di dinding pembuluh darah dan dapat mengakibatkan kanker, penuaan dan ostheosclerosis.

Coklat yang diberikan penambahan bahan-bahan pemanis dan penambah kaya rasa, seperti gula, susu, dan mentega memang dapat menyebabkan coklat memberikan efek yang kurang baik apabila kita konsumsi secara berlebihan. Jadi, apakah masih memilih untuk melewatkan manfaat yang dimiliki coklat ini? Karena solusinya mudah saja, jika kita menginginkan tubuh sehat maka makanlah coklat dengan tetap memilih jenis coklat yang baik untuk dikonsumsi yaitu coklat murni yang tentunya sesuai dengan takaran atau dosis yang wajar supaya dapat terhindar dari berbagai macam penyakit dan tubuh kita akan lebih sehat.