Tanah di Atas Proyek Tol Cisumdawu Ambles

by

Tanah di atas terowongan proyek Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), kawasan Dusun Cimasuk I, Desa/Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, ambles. Tanah ambles yang membentuk lubang cukup dalam itu pun menggemparkan warga.

Bagaimana tidak, warga khawatir tanah yang ambles tersebut meluas dan membahayakan keselamatan mereka. Warga pun berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung lubang besar tersebut karena penasaran.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian dari Polsek Pamulihan langsung memasangi garis polisi di sekitar tanah yang ambles. Seorang warga Dusun Cimasuk I RT02/07, Desa/Kecamatan Pamulihan, Dede (43), memperkirakan tanah di atas terowongan proyek tol ini ambles pada Selasa, 25 Desember 2018, sekira pukul 02.00 WIB.

Pasalnya, ia mengaku dirinya dan sejumlah warga lainnya mendengar suara dentuman yang cukup keras. Awalnya mereka menduga suara dentuman itu bersumber dari pengerjaan terowongan proyek Tol Cisumdawu.

“Saya mendengar dentuman yang cukup keras dua kali. Awalnya saya menduga  suara itu berasal dari pemasangan paku bumi pengerjaan terowongan Cisumdawu,” kata Dede, Rabu 26 Desember 2018.

Karena penasaran, kata Dede, dia bersama warga lainnya mengecek langsung ke lokasi proyek tol itu. “Ketika dicek, ada lubang besar yang cukup dalam tepat di atas terowongan tol Cisumdawu. Kemungkinan besar, suara yang kami dengar bukan dari pengerjaan proyek tol, melainkan suara tanah ambles tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan, tanah ambles itu menyerupai lubang besar dengan kedalaman sekitar 10 meter.  Sebelumnya, ungkap Dede, lahan tempat lubang menganga itu merupakan kawasan permukiman warga.

“Dulu, di sini  ada 8 rumah warga.  Karena di bawahnya dibangun terowongan sehingga lahan ini dikosongkan,” ucapnya.

Setelah tahu ada tanah ambles, kata dia, warga yang penasaran terus mencari informasi penyebabnya, termasuk menanyakan langsung kepada kontraktor proyek terowongan. Namun setelah ditanyakan, mereka mengaku tidak mengetahuinya.  

“Karena takut ada atap tunnel yang jebol, sehingga dicek langsung ke atap terowongan, tepat di posisi tanah yang ambles. Tapi anehnya, terowongannya tidak ada  kerusakan,” tutur Dede.

Tidak merusak konstruksi terowongan

Dikonfirmasi melalui sambungan telefon, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu, Wida Nurfaida, membenarkan ada tanah ambles di lokasi dekat terowongan tol Cisumdawu. Ia mengaku bersyukur, tanah ambles tersebut tidak menyebabkan kerusakan pada konstruksi bangunan terowongannya.

“Iya memang ada tanah ambles, tapi bukan di atas tunnel. Lokasinya dekat tunnel. Jaraknya, sekitar 60 meter dari lokasi tunnel,” ujar Wida.

Ia mengatakan, tanah ambles tersebut belum diketahui penyebabnya. Untuk mengetahui penyebab yang pasti, pihaknya akan melakukan penelitian seismic fraksial dengan mendatangkan ahli Fisika dari ITB.

“Tapi mudah-mudahan saja bukan karena faktor seismic gempa. Terlebih saat kejadian tidak ada gempa. Dan lagi di sekitar tunnel, sebelumnya sudah dilakukan penelitian seismic gempa. Hasilnya, tunnel itu aman dari gempa dan kondisi tanahnya bukan tanah labil,” kata Wida.

Ia menuturkan, tanah ambles berbentuk lubang besar itu, berdiamater 5 meter dengan kedalaman 8 meter. Lubang besar itu berbentuk lonjong yang diperkirakan seluas 25 meter persegi.

“Lokasi tanah ambles sudah dipasang garis polisi. Warga dilarang melihat tanah ambles tersebut, takut tanahnya masih bergerak,” tuturnya.

Lebih jauh Wida menjelaskan, tanah ambles tersebut akan segera ditimbun dengan tanah hingga rata kembali. Tak hanya untuk mengantisipasi risiko bahaya termasuk bagi warga sekitar saja, melainkan untuk kepentingan penelitian juga.

“Jadi untuk meneliti penyebab pasti tanah ambles itu, tanah yang ambles itu harus ditimbun dulu,” ucapnya.***

 

 

 

 

Sumber : https://www.pikiran-rakyat.com