Tangani Citarum Pemerintah Tak Kompak

by -13 views

Tangani Citarum Pemerintah Tak Kompak

Jatinangorku.com – Persoalan Sungai Citarum yang disebut-sebut sebagai sungai terkotor di dunia hingga saat ini belum tertangani serius. Menurut sejumlah LSM, wakil rakyat, pengurus BPD, dan tokoh masyarakat di wilayah timur Kab. Bandung, hal ini karena aparat di tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan pusat, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum tidak kompak.

Keterangan yang dihimpun “GM”, Minggu (8/9), seharusnya pemerintah bersinergi, yaitu Pemkab Bandung, Sumedang, Bandung Barat, Pemkot Bandung, dan Pemkot Cimahi.

“Termasuk pemerintah pusat, Pemprov Jabar, dan BBWS Citarum. Kita nilai pemerintah di sejumlah tingkatan tidak kompak. Buktinya, Sungai Citarum hingga saat ini tetap jadi persoalan,” kata Ketua BPD Cileunyi Wetan, Ahmad Sobar kepada “GM” di Cileunyi, kemarin.

Akibatnya persoalan anak Sungai Citarum pun terabaikan sehingga jika hujan banjir kerap menerjang. “Karena penanganan Citarum dan anak sungainya tidak kompak, kawasan Jajaway, Desa Cileunyi Wetan jika hujan kerap diterjang banjir,” katanya.

Berkontribusi

Hal senada dikatakan Ketua LSM Sumadera Kab. Bandung, Atep Somantri dan H. Bisri, tokoh pemuda dari daerah pemilihan (dapil) V Kec. Solokanjeruk, Majalaya, Ibun, dan Kec. Paseh, Kab. Bandung. Menurut keduanya, pemda berkontribusi dalam persoalan Sungai Citarum.

“Ya, kita nilai pemerintah di semua tingkatan tidak kompak dalam menangani kondisi Sungai Citarum yang kian mengenaskan. Saran saya, libatkan akademisi dan aktivis lingkungan yang tahu persis penanggulangan lingkungan, khususnya di kawasan aliran sungai,” kata nya.

Pemkab Bandung, Pemkab Sumedang, Pemkab Bandung Barat, Pemkot Bandung, dan Pemkot Cimahi harus bekerja keras menangani permasalahan Sungai Citarum.

Lebih jauh Bisri mengatakan, pemerintahan harus memiliki program jangka pendek dan jangka panjang. “Tidak bisa sebentar, tapi harus puluhan tahun. Kita bisa mencontoh penanganan Sungai Rain di Jerman, penangannya sampai 99 tahun. Termasuk salah satu sungai di Singapura. Saat ini kedua sungai yang sebelumnya kotor itu bebas pencemaran dan sampah,” katanya.

 

 

Sumber : http://klik-galamedia.com