Tanggul Sungai Cikeruh Jebol Ribuan Rumah Warga Terendam

by -17 views

Ribuan rumah warga di Kampung Desa/ Rancaekek Kulon Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cikeruh di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Meski saat ini telah surut, namun warga di kampung itu khawatir terjadi banjir susulan.

Nurdin Sobari Soleh (48) salah seorang warga RT 6 RW 5 Kampung/Desa Rancaekek Kulon, menuturkan, banjir menggenangi rumah ia dan ribuan rumah lainnya sekitar pukul 21.00 WIB. Tiba tiba saja air masuk ke rumah saat ia tengah menonton televisi bersama keluarganya. Air setinggi kurang lebih 1 meter masuk ke dalam rumah membasahi semua perabotan rumah tangga.

“Semua perabotan basah kena air. Sejak semalam kami sekeluarga tidak tidur terus siaga dan mengamkan perabotan rumah yang masih bisa diselamatkan. Sekarang air memang sudah enggak ada, cuma tinggal capeknya saja dari semalam bersih bersih rumah baru selesai jam 14.00 WIB,” kata Nurdin, Rabu (22/11/17).

Banjir kali ini, kata Nurdin, diluar dugaannya. Karena biasanya meskipun hujan besar air tak pernah masuk ke dalam rumah. Namun kali ini, ketinggian air merendam pemukiman mereka antara 80 sentimeter hingga 1,5 meter. Kata dia, banjir terjadi karena jebolnya tanggul Sungai Cikeruh di Kecamatan Jatinagor Sumedang, karena lahan serapan air disekitar sungai disana habis dijadikan bangunan komplek sebuah perguruan tinggi negeri.

“Ini gara gara jebolnya tanggul di Jatinangor yang katanya lahan disekitarnya habis dibangun komplek perguruan tinggi. Jadi kami disini yang menjadi korbannya,”ujarnya.

Nurdin melanjutkan, selain di Kampung/Desa Rancaekek Kulon, banjir di Kecamatan Rancaekek juga merendam ribuan rumah di 12 desa lainnya. Termasuk di Perumahan Rancaekek Kencana Kelurahan Kencana. Di perumahan yang semula tak pernah kebanjiran itu, sejak semalam air hingga hari ini masih terlihat.

“Tadi siang saya ke Perumahan Rancaekek Kencana, air masih ada genangan di jalan perumahan itu. Katanya sih di pemukiman juga masih ada genangan sebagian,”katanya.

Nurdin melanjutkan, meski saat ini di rumahnya air sudah tak ada. Namun, ia dan warga lainnya masih tetap khawatir karena cuaca mendung dan hujan mulai turun kembali. Sehingga, ia sekeluarga telah bersiap kembali mengamankan berbagai perabotan rumah tangga serta terus waspada menyelamatkan diri masing masing.

“Sekarang sudah mendung dan sudah turun lagi hujan. Kami sudah siap siap lagi, takut ada banjir susulan,”katanya.

Camat Rancaekek, Baban Banjar mengatakan, banjir yang terjadi sejak Selasa (21/11) malam hingga pukul 10.30 WIB Rabu (22/11), terjadi akibat kiriman dari wilayah Kabupaten Sumedang. Tepatnya dari aliran Sungai Cimande yang melintasi Desa Linggar dan Sungai Cikeruh yang melintas di Desa Rancaekek Wetan. Besarnya air tak mampu ditampung oleh sungai tersebut sehingga meluap ke pemukiman warga.

“Selain merendam pemukiman warga, air juga menggenangi Jalan Raya Bandung-Garut, tepatnya di depan PT. Kahatex dan diseberangnya di Kampung Cikijing RT3 RW10 Desa Linggar. Ketinggian air sampai saat ini tersisa sekitar 15 sentimeter dengan panjang genangan kurang lebih 100 meter,”katanya.

Dikatakan Baban, berdasarkan data sementara yang dihimpunnya, pemukiman warga di Desa Linggar yang masih tergenang, dengan ketinggian air 10 hingga 40 sentimeter. Selain itu, banjir juga merendam belasan desa lainnya di Rancaekek.

“Sampai dengan saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan lapangan. Karena dikhawatirkan terjadi banjir susulan. Untuk saat ini arus lalu lintas disepanjang Jalan Raya Dangdeur-Majalaya sudah bisa dilalaui oleh kendaraan roda empat dan roda dua. Sedangkan arus lalu lintas disepanjang Jalan Raya Bandung-Garut saat ini sudah bisa dilalui dengan kondisi padat merayap,” katanya. (Lily Setiadarma)

 

 

Sumber : https://kontroversinews.com