Target Runner-up Akhirnya Melayang

by -15 views

Target Runner-up Akhirnya Melayang

Jatinangorku.com – Target runner-up bagi “Maung Bandung” pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) tahun ini, akhirnya melayang. Persib harus mengubur keinginannya menjadi pemegang posisi kedua, setelah kalah 0-1 dari Persipura pada laga di Stadion Mandala, Jayapura, Rabu (11/9). Satu-satunya gol dalam laga itu dicetak penyerang Persipura, Tinus Pae pada pertengahan babak kedua.

Di tempat terpisah, Arema Indonesia menang 2-1 atas Persidafon sehingga mengoleksi 66 poin dari 33 laga. Dengan demikian, kesempatan Persib finis di posisi 2 pupus, karena hanya mengumpulkan 60 poin dari 33 laga.

Pertandingan sendiri diundur 1,5 jam dari jadwal yang sudah ditetapkan. Kick-off baru dilakukan pukul 17.00 WIT atau pukul 15.00 WIB. Laga ditunda karena publik Jayapura tengah berduka terkait meninggalnya salah satu pejabat setempat, Tobias Salossa yang merupakan keluarga dua pemain Persipura, Boaz Salossa dan Ortisan Salossa. Menurut keterangan panpel pertandingan, penundaan semacam itu biasa terjadi di Papua jika ada peristiwa duka.

Menyikapi hasil akhir laga, sejak awal kompetisi, Persib sudah bertekad tidak mengambinghitamkan wasit atas kekalahan. Namun pelatih dan Manajer Persib tidak dapat menahan kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit Iwan Sukoco dari Malang.

Sejumlah putusan wasit dinilai merugikan Persib. Dua putusan yang paling berpengaruh terhadap skor akhir adalah wasit tidak menunjuk titik putih kala Hilton dijatuhkan, sesaat setelah menggiring bola memasuki kotak penalti. Handsball yang dilakukan Ruben Sanadi di dalam kotak penalti juga luput dari pengawasan Iwan.

Menurut pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, jika wasit dapat memimpin pertandingan dengan baik, bukan tidak mungkin Persib meraih kemenangan. “Seharusnya kami mendapat dua tendangan penalti, tapi beginilah akhirnya. Wasit seolah tidak melihatnya. Bukan melempar kesalahan tapi memang seperti itulah faktanya di lapangan,” ujarnya.

Terlepas dari hal itu, Djadjang tidak terlalu kecewa dengan performa para pemain. Menurutnya, Supardi cs sudah bermain apik saat tampil di luar pulau. “Kami bermain bagus dan bisa mengimbangi. Buktinya, Persipura hanya bisa mencetak 1 gol. Gol tersebut memang kesalahan kami saat mengantisipasi tendangan sudut,” katanya.

Absennya Boaz Salossa juga dianggap sedikit menguntungkan Persib. Kendati banyak mendapat tekanan, penyelesaian akhir yang buruk dari Louis Kabes, Gerald Pangkali, dan Tinus Pae, membuat Persipura tidak bisa mencetak gol pada babak pertama. “Dengan tidak adanya Boaz, bisa dikatakan ini kekalahan terkecil Persipura di kandangnya, karena rata-rata Persib kalah dengan 3 gol,” kata Djadjang.

Wasit kurang baik

Asisten pelatih Persipura, Chris Leo Yarangga juga mengakui, wasit kurang baik dalam bertugas. Di luar itu, dia berpendapat laga berjalan seimbang. Ia juga mengapresiasi usaha keras Persib untuk mencetak gol pada 30 menit terakhir babak kedua. Persipura sempat kalah bersaing di lini tengah karena menurutnya, Gerald Pangkali tampil di bawah performa terbaiknya.

“Pertandingan seimbang. Kami juga banyak tertekan. Kami sebenarnya bisa menang telak tapi panyak peluang yang terbuang sia-sia. Absennya Boaz tidak berarti pemain Persipura lainnya jadi lebih bebas bergerak. Para pemain kami tidak jadi egois,” katanya.

Pada 10 menit pertama, gawang Persib sudah mendapat 3 kali ancaman. Sementara “Pangeran Biru” belum mampu membangun serangan dengan baik. Aliran bola dari lini tengah selalu kandas di kaki dua bek sentral Persipura, Otavio Dutra dan Bio Paulin. Menit ke-12 Sergio mendapat ruang tembak yang bagus dari luar kotak penalti, tetapi arah bola masih melambung di aras gawang Yoo Jae Hoon.

Absennya Boaz Salossa di lini depan “Mutiara Hitam”, membuat serangan tuan rumah sedikit tersendat. Ada jarak yang terlalu lebar antara para gelandang dengan pemain depan mereka dan hal itu bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Persib.

Menit ke-32, Sergio dijegal Bio Paulin di lapangan tengah dan wasit langsung mengganjarnya dengan kartu kuning pertama pada laga di hadapan sekitar 45.000 penonton itu.

Persib hampir saja unggul menit ke-40. Melalui serangan kilat, Hilton Moreira memberikan umpan matang kepada Kenji. Meski tinggal berhadapan langsung dengan kiper lawan, tendangan mendatar Kenji masih membentur kaki Yoo Jae Hoon. Hingga peluit panjang, skor tetap 0-0.

Babak kedua berlangsung di bawah siraman hujan. Hingga menit ke-50, Persib mendapat serangan dari kedua sektor sayap. Gawang Persib akhirnya jebol menit ke-53. Berawal dari sepak pojok di sisi kiri gawang I Made, terjadi kemelut di muka gawang yang kemudian bisa dimaksimalkan penyerang Persipura, Titus Pae.

Dalam kondisi tertinggal, Persib kembali mendapat peluang emas menit ke-65. Hilton dijatuhkan saat menggiring bola melewati garis 16 meter. Sempat terjadi adu argumentasi antara permain Persib dengan wasit. 

Para pemain Persib memprotes keputusan wasit yang tidak memberi hukuman tendangan 12 pas. Firman Utina menjadi algojo tendangan bebas. Tendangan mantan pemain Sriwijaya FC itu pun masih membentur pagar hidup.

Selepas peristiwa tersebut, tensi pertandingan memanas. Persipura terus menggempur gawang “Pangeran Biru” dan menciptakan setidaknya 7 peluang bersih hingga menit ke-85. Persib bangkit menyerang dan kembali mendapat peluang emas pada menit-menit akhir. 

M. Ridwan yang sudah berdiri bebas melepaskan sepakan keras dari dalam kota penalti. Tetapi rotasi bola membelokkan arahnya ke sisi kanan gawang Persipura.

Jelang bubaran, terjadi pertikaian antara Hilton dan Otavio Dutra. Hilton pun diganjar kartu kuning. Hingga laga usai, Persib tidak mampu mencetak satu gol pun.

Sumber : http://klik-galamedia.com