Tarif Listrik Seharusnya Lebih Murah

by -94 views

Tarif Listrik Seharusnya Lebih MurahTarif listrik di Indonesia diharapkan dapat lebih murah. Saat ini, tarif listrik di Indonesia untuk rumah tangga pada kisaran Rp 1.300 per kWh (kilowatt jam) atau lebih mahal dibanding tarif listrik di Malaysia yang hanya Rp 650 per kWh.

“Kita duduk bersama dengan akademisi dan pemangku kepentingan terkait untuk solusi menekan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik. Tujuan yang ingin kita raih, tarif listrik di Indonesia bisa semakin murah,” kata Jumadis Abda. Ia adalah Ketua Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara (SP PLN). Pernyataan Jumanis disampaikan pada seminar nasional bertajuk “Upaya Penurunan BPP Listrik Untuk Harga Listrik Yang Murah” di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin 7 Agustus 2017.

Dalam penyelenggaraan seminar ini, SP PLN menggandeng Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM) UI.

Jumadis mengatakan, setidaknya ada tiga indikator yang selama ini mempengaruhi besaran BPP listrik di Indonesia. Pertama, terkait dengan bauran energi yang digunakan serta harga energi primer terutama gas alam di dalam negeri yang terbilang lebih mahal.

Kedua, pola pengoperasian pembangkit yang tidak efisien dengan keberadaan listrik swasta. Serta, ketiga adalah biaya pemeliharaan instalasi, terutama di pembangkit.

Tarif listrik regional

Ditanya soal penentuan tarif regional, Jumadis mengatakan bahwa hal itu dapat saja dilakukan. Namun, naluri dapat menimbulkan situasi tidak adil antara satu daerah dengan daerah lain.

“Memang harus kita hati-hati. Kerena untuk daerah-daerah yang biaya pokok produksinya rendah itu di daerah Jawa Bali. Kalau di situ tarifnya rendah nggak adil dong sama wilayah Indonesia Timur yang biaya pokok produksinya tinggi. Akhirnya tarif listrik di sana mahal,” jelas Jumadis.

Karena itu, dia merasa penerapan tarif listrik yang sama untuk seluruh Indonesia sudah dapat memberikan iklim keadilan bagi seluruh masyarakat. “Idealnya berlaku seluruh Indonesia itu rata (tarif listrik yang sama/single price) tidak ada perbedaan,” ujarnya.

Ketua Kajian Energi Universitas Indonesia, Iwa Garniwa mengusulkan agar pemerintah menerapkan harga listrik yang berbeda untuk setiap daerah. “Hal ini perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keenomian masyarakat yang berbeda di setiap wilayah,” ujar Iwa.

Sementara Ketua BEM UI M Syaiful Mujab mengatakan, akademisi saat ini sangat mendukung usaha pemerintah dan PLN menghadirkan energi dan listrik murah untuk rakyat. “Dengan tarif listrik yang murah, ekonomi Indonesia bisa maju dan keluar dari keterpurukannya. Karena energi adalah fondasi ekonomi,” tegasnya

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com