Teh dan Kopi Rajai Ekspor Pertanian Jabar

by -59 views
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Hening Widiatmoko mengatakan kopi dan teh masih menjadi komoditi ekspor tertinggi dari Jabar.
“Saat ini masih kopi dan teh yang menjadi komoditi ekspor pertanian tertinggi di Jabar,” katanya kepada INILAH ketika dihubungi di Bandung, Sabtu (5/11/2016).
Tren produksi kopi di Jabar menurut Hening terus meningkat, terbukti dengan banyaknya pesanan dan peminat semakin meningkat dari berbagai daerah, terlebih Java Preanger Coffe ini menjadi kopi nomor wahid di dunia.
“Stok kopi dan minat kopi Jabar semakin seimbang,”ujarnya.
Hal ini tidak terlepas dari dinas-dinas yang mendorong produksi produk agro Jabar terus berkembang, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi dan teh asal Jabar.
Dia mengatakan pihaknya akan terus mendorong komoditi kopi dan teh agar terus memproduksi bahan-bahan unggulan yang akan menjadi produk andalan yang menjadi daya jual Jabar.
“Ini tidak terlepas dari dinas lain, seperti dinas pertanian dan dinas-dinas lain, saya harap nantinya Jabar bisa mengolah bahan-bahan ini dan mengekspor bahan jadinya,” papar hening.
Dia melanjutnkan produksi produk agro di Jabar cenderung bisa mengimbangi permintaan pasar. Walaupun diakuinya daerah lain juga penghasil teh andalan seperti Jatim dan Jateng. Namun ia yakin produk Jabar lebih berkualitas dan melimpah.
Selain teh, Jabar pun punya saingan dalam produksi kopi, dari gayo, mandailing, toraja, dan lampung. Namun ada yang membedakan antara Java Preanger Coffe dengan kopi daerah lain adalah dari jenisnya. Dia menjelaskan kopi yang berasal dari Jabar berjenis arabika, sedangkan daerah lain berjenis robusta.