Tembakau Hitam Andalan Kabupaten Sumedang yang Sudah Dipatenkan

by -49 views

 

 

Wakil Bupati Eka Setiawan beserta istri dan rombongan pejabat Pemkab Sumedang berangkat ke Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (10/5). Rombongan wabup dan pejabat dari Dinas Koperasi Perindutrian Perdagangan, Asisten Pembangunan dan Bagian Ekonomi berangkat ke Kabupaten Lima Puluh ini untuk belajar memasarkan tembakau.

“Kami kesana ingin belajar memasarkan tembakau hitam yang merupkan produk unggulan Sumedang,” kata Dede Hermasah, Asisten Ekonomi, Senin (9/5).
Menurutnya, saat ini produksi tembakau hitam Sumedang hanya dipasarkan secara lokal saja melaku pasar tembakau di Tanjungsari. “Sedangkan di Kabupaten Lima Puluh Kota, produk tembakau itu sudah diekspor ke luar negeri,” katanya.

Disebutkan, kedatangan ke Lima Pulih Kota bukan hanya sekedar membuat kesepakatan kerjasama saja. “Kami ingin melihat bagaimana proses ekspor tembakau yang dilakukan disana. Apakah nanti dilakukan kerjasama atau kami langsung menjajagi ekspor, tergantunh hasil kunjungan,” kata Dede

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperndag), Dicky Rubiana menyebutkan kedatangan ke Lima Puluh Kota itu untuk meningkatkan kemitraan. “Pemkab Sumedang melakukan kunjungan kerja lapangan serta fasilitasi pemasaran tembakau hitam,” katanya.

Tembakau hitam merupakan produk khas Sumedang sudah dipatenkan. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual memberikan sertifikat dengan nomor registrasi ID G000000008 yang dikeluarkan tanggal 21 Januari 2011.

Tembakau yang dihasilkan Kabupaten Sumedang berbeda dengan tembakau dari daerah lain. Tembakau mole memiliki mutu dan cita rasa yang khas, aroma wangi, rasa isap yang enak dan bebas dari rasa pahit.

Tembakau mole saat ini ditanam di 25 dari 26 kecamatan yang ada di Sumedang. Tanaman tembakau itu diusahakan oleh para petani tembakau dan tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Sumedang. Saat ini lahan yang ditanami tembakau mencapai 2.495 hektare dengan jumlah petani mencapai 9.755 orang.

Dalam setahun produksi tembakau mole itu mencapai 2.239 ton. Jumlah itu dihitung dalam rajang kering.

Kekhasan tembakau hitam dan mole karena diolah dengan cara dirajang secara tradisional. Rajangan di Sumedang ini terkenal dengan tipisnya.