Tenaga Kerja Asing di Sumedang Kantongi Dokumen Lengkap

by -93 views

Semua tenaga kerja asing (TKA)  yang ada di Kabupaten Sumedang sebanyak 300 orang lebih dinilai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang, sudah memiliki dokumen yang sah dan lengkap.   Hal itu, diperkuat hasil pengawasan dan pemeriksaan Tim Pengawasan Tenaga Kerja Asing Kab. Sumedang. Dari hasil pemeriksaan dokumen ketenagakerjaan seperti Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), IMTA (Izin Mengerjakan Tenaga Asing) serta visa, semua lengkap dan legal sesuai aturan berlaku.

“Dengan santernya keberadaan TKA ilegal  akhir-akhir ini, untuk Kabupaten Sumedang alhamdulillah aman dari TKA ilegal,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang, Dikdik Sadikin ketika ditemui di kantornya, Rabu, 1 Maret 2017.

Menurut dia, dari jumlah TKA yang dinilai lengkap dan sah dokumen ketenagakerjaan sekitar 300 orang itu, 94 orang di antaranya yang domisili perusahaan dan lokasi kerjanya berada di wilayah Kabupaten Sumedang. Mereka sebagian besar bekerja di perusahaan industri besar terutama di wilayah Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung.  Begitu pula para TKA yang bekerja di projek infrastruktur seperti tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) dan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Jatigede. Hanya saja, khusus pengawasan para TKA di lokasi projek, dilakukan  pemerintah pusat dan provinsi karena domisili perusahaannya berada di dua provinsi, yakni Jakarta dan Jawa Barat

“Jadi, berdasarkan data tahun 2016, jumlah TKA yang bekerja di wilayah Kab.  Sumedang sebanyak 300 orang. Akan tetapi, TKA yang betul-betul domisili perusahaan dan lokasi kerjanya  di wilayah Sumedang hanya ada 94 orang,” tutur Dikdik didampingi Kabid Hubungan Industrial Jarkasih  yang juga Anggota Tim Pengawasan Tenaga Kerja Asing Kabupaten Sumedang.     

Ia mengatakan, 94 TKA itu bekerja di sejumlah perusahaan industri sebagai tenaga ahli,  yakni sebagai quality control manager dan civil manajer. Mereka bekerja seperti di PT Dewhirts, Kwalram, Yakjin dan Five Star di wilayah Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung. Para TKA itu, bekerja di luar 36 item yang dilarang berdasarkan Permenaker No. 40 tahun 2012 tentang Jabatan-jabatan Tertentu Yang Dilarang Diduduki Tenaga Kerja Asing. Ke- 36 jenis pekerjaan tersebut, di antaranya direktur personalia, manager personality, supervisor penempatan perusahaan dan supervisor perekrutan personalia.  

“Jadi, para TKA sudah bekerja sesuai aturan. Aturan lainnya,  satu orang TKA tenaga ahli wajib memiliki pendamping tenaga kerja lokal. Kewajiban itu, supaya ada transper ilmu. Selain itu juga,  para TKA memang harus bisa berbahasa Indonesia. Kalau pun tidak, harus ada satu orang penerjemah.” ujarnya