Terjadi di Jawa Barat, 800 Ribu Orang Korban Narkoba

by -41 views

Terjadi di Jawa Barat, 800 Ribu Orang Korban Narkoba

Jatinangorku.com – Sebanyak 800 ribu warga Jawa Barat menjadi korban penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Pemicu merebaknya penyalahgunaan narkoba karena saat ini narkoba sudah memiliki nilai ekonomi bisnis yang menggiurkan sehingga peredarannya sangat cepat.”Kami mencatat korban narkoba di Indonesia sangat mengkhawatirkan, jumlahnya mencapai 4 juta orang. Dari jumlah itu, warga Jabar yang terjerat ada 800.000 orang atau 2,4% dari 43 juta warga Jabar,” papar Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNP) Jabar, Anas Saepudin saat peluncuran rumah rehabilitasi korban narkotika, game online, dan rokok Pusat Jagaan Mengubah Hati (PJMH), di Miko Mall, Jln. Kopo Bandung Jumat (6/9).

Di lain pihak, lanjut Anas kemampuan pusat rehabilitasi baik milik pemerintah maupun swasta hanya 10 persennya. Di sisi lain, korban narkoba sebagian besar usia produktif.

“Yang memprihatinkan, banyak generasi muda yang menganggap narkoba bukan sebagai barang yang berbahaya, malah jalan keluar dari persoalan. Ketika ada masalah akhirnya generasi muda lari ke narkoba,” tegasnya.

Fakta ini, menurut Anas, mengindikasikan bahwa untuk menghancurkan sebuah bangsa tidak perlu dengan senjata, melainkan dengan gaya hidup yang salah seperti narkoba.

“Melemahkan bangsa cukup dengan melemahkan generasi mudanya dengan narkoba, minuman keras, atau permainan yang tak mendidik,” katanya.

Untuk itu, BNNP Jabar berupaya merangkul korban narkoba agar tak menjadi sasaran bandar narkoba. “Kalau pecandu narkoba bisa kita raih, otomatis pasar narkoba akan berkurang drastis,” katanya.

Sementara itu, sebagai upaya membantu warga yang terkena narkoba, game online, dan rokok, Yayasan Zahir Tamimi mendirikan rumah rehabilitasi korban narkoba Pusat Jagaan Merubah Hati (PJMH) di Subang. “Awalnya kita bergerak di bidang pendidikan, namun dengan melihat banyaknya korban narkoba, rokok, dan game online sehingga kita dirikan panti rehabilitasi,” kata Ketua PJMH, Dr. Indratmoko.

Kapasitas PJMH sebanyak 25 orang yang kini baru ada 13 orang korban narkoba, rokok, dan game online. “Insya Allah kita akan terus tingkatkan kapasitas PJMH karena masih banyak korban narkoba yang belum terbantu,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com