Terlilit Utang Akibat Judi, Tatang Jual Ginjal

by -68 views


JATINANGOR

Terlilit utang yang tidak berkesudahan dan kemiskinan Tatang Aditia (42), mantan pegawai salah satu pabrik di Rancaekek, warga Kampung Sukamukti RT 01 RW 03 Desa Mekar Galih Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang nekat hendak menjual salah satu ginjalnya.

“Niat saya sudah bulat, untuk menjual salah satu ginjal. Harga yang saya tawarkan Rp 60 juta, untuk membayar semua utang dan sisanya cukup untuk modal usaha,” kata Tatang, Senin (5/11).

Untuk mewujudkan niatnya ini, pria beranak dua ini, mengaku sudah mendatangi beberapa rumah sakit. Diantaranya, Rumah Sakit AMC Cileunyi dan Rumah Sakit Cibadak. Namun, sayangnya hingga saat ini belum ada yang berminat dengan tawaran Tatang.

“Memang sejauh ini belum ada yang berminat. Tapi saya enggak mau putus asa, pasti suatu saat ada yang memerlukan ginjal saya ini,” ujarnya.

Tatang menjelaskan, sebelumnya memang ia memiliki pekerjaan di salah satu pabrik di Rancaekek. Namun, karena di PHK ia kini menjadi pengangguran.

Memang, hingga saat ini, istrinya masih bekerja di salah satu pabrik di kawasan yang sama. Namun, dengan penghasilan Rp. 1,5 juta per bulan membuat kebutuhan rumah tangganya cukup morat-marit.

“Selepas keluar dari pabrik saya jadi tukang service HP keliling dengan penghasilan tidak menentu, akhirnya untuk menutupi biaya rumah tangga, saya pinjam uang ke sana-ke mari,” tuturnya.

Hingga akhirnya, kata dia, tanpa terasa utangnya mencapai Rp 10 juta lebih. Utang tersebut, selain dipakai untuk keperluan sehari-hari, juga akibat kebiasaan buruknya bermain judi.

“Memang kebiasaan buruk saya juga, dulu suka main judi. Tapi sekarang saya sudah tobat, dan niat menjual ginjal ini juga sebagai penebus dosa dan pembuktian diri kepada keluarga, kalau saya ini ingin berubah,” jelasnya.

Keputusannya untuk menjual salah satu ginjalnya ini, dipilih setelah dipikir dan direnungkan. Ia merasa sudah tidak ada lagi jalan keluar dari semua masalah yang melilitnya. [ito]

 

Sumber : inilahjabar