Teroris di Bandung dan Sumedang Terkait Kelompok Poso

by

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap tiga orang di Bandung dan Sumedang. Banyak spekulasi tentang keterkaitan mereka dengan kelompok teroris lainnya. Mabes Polri mengungkapkan mereka terkait kelompok teroris Poso.

“Terkait kasus pelatihan militer di Poso,” tulis Kepala Bagian Penerangan Umum, Divisi Humas Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar dalam pesan singkatnya, Jumat (23/3).

Menurut dia, FC juga menggunakan M16. Dia membeli amunisi/peluru M16 kepada buron teroris, Santoso, saat pelatihan. FC juga sempat berlatih membuat detonator bom.

Selain itu, dia mengikuti latihan bongkar pasang senpi di Pare Kediri bersama Adik Dulmatin, Hari Kuncoro.
Sebelumnya, polisi meyakini Hari Kuncoro turut ambil bagian dalam perencanaan Bom Bali I, bersama sejumlah gembong teroris Imam Samudera, Mukhlas, Amrozi, Dr Azhari dan Noordin M Top. Bom Bali I pada 12 Oktober 2002 lalu sendiri telah menewaskan 202 korban jiwa.

Boy mengatakan FC juga membuat paspor palsu atas nama ARIF ARHAN bersama Hari dan membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu untuk membuka rekening di beberapa bank. (Bob/OL-12)

sumber : Media Indonesia