Terus Dihimpit Hunian Warga, Lapan Sumedang Kian Terancam Polusi Cahaya

by -37 views

Pertambahan jumlah penduduk memengaruhi jumlah lahan yang digunakan untuk membangun hunian.

Bertambahnya jumlah hunian rupanya juga berdampak pada kondisi Badan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer atau Lapan, semisal yang berada di Desa Haurngombong, Kecamatan Pamuliham, Kabupaten Sumedang.

Bahkan, ada rumah-rumah warga yang berhadapan dengan Lapan Sumedang.

Cahaya-cahaya lampu yang berasal dari rumah-rumah penduduk menghasilkan polusi cahaya bagi penelitian antariksa dan langit malam.

Hal itu dikata Kepala Lapan Sumedang, Aris Kurniawan, Ketika dihubungi Tribun Jabar, Jumat (2/2/2018).

“Sebetulnya ini (rumah penduduk) memang sudah terlalu dekat,” ujar Aris Kurniawan.

Aris Kurniawan mengatakan menurut aturan penelitian terutama tentang langit, seharusnya ada batas jarak antara pemukiman dengan lokasi penelitian.

Jarak antara pemukiman penduduk dan lokasi penelitian, ucapnya, minimal pada radius dua kilometer.

“Biasanya kan Lapan berdiri saat daerah masih sepi tapi karena kebutuhan penduduk, jadi semakin dekat,” ujar Aris Kurniawan.

Meski semakin dekat dengan pemukiman penduduk, Aris Kurniawan, mengaku bersyukur Lapan Sumedang masih memiliki nasib lebih baik dari Observatorium Bosscha.

“Bosscha polusi cahayanya sudah sangat parah. Cahaya hotel-hotel, belum megatron dan lampu sorot,” ujar Aris Kurniawan.

 

 

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com