Tiga Duet Penyerang Terbaik di Liga Inggris

by -26 views

Tiga Duet Penyerang Terbaik di Liga Inggris

Jatinangorku.com – Duet Rooney-Van Persei terbukti ampuh menjadi senjata utama Manchester United memenangkan Premier League yang ke 13 kalinya sejak pertama kali berubah format di musim 1992-93. Artinya United hanya kehilangan delapan gelar Premier League yang dimenangkan Blackburn Rovers (1994-95), Arsenal (1997-98, 2001-02, 2003-04), (Chelsea 2004-05, 2005-06, 2009-10) dan terakhir Manchester City (2011-12). 

Kedua penyerang di atas menjadi top skorer Premier League pada musim 2011-12 dengan masing-masing mencetak 27gol (Rooney) dan 30 gol (Van Persie). Saat itu Van Persie masih menjadi roh sekaligus kapten Arsenal. 

Robin Van Persie yang direkrut dari Arsenal dengan mahar 22,5 juta pounds ini masih menunjukkan ketajamannya dengan mencetak 26 gol di Premier League. Pemain yang pernah menerima penghargaan Pemain Muda Terbaik KNVB di musim 2001-02 saat membela Feyenoord ini bahkan mencetak dua kali hattrick saat melawan Southampton pada 2 September 2012 dan Aston Villa pada 22 April 2013. Pemain berusia 30 tahun ini memiliki akurasi tendangan yang sangat mumpuni, keypass yang sanggup membelah pertahanan lawan dan juga kemampuannya mengekseskusi tendangan bebas melalui kaki kirinya yang tidak bisa diremehkan. 

Musim ini meskipun telah berganti tongkat kepelatihan dari Sir Alex ke tangan kompatriotnya asal Skotlandia, David Moyes, Van Persie diyakini masih menjadi pilihan utama sang arsitek tim. 

Wayne Rooney masih menjadi ikon Manchester United di beberapa musim terakhir, setelah sanggup meraih double winners dengan memenangi gelar Premier League serta UEFA Champions League. Namun hal ini dibarengi dengan tabiat Rooney yang cenderung manja, setelah sempat mengguncangkan Stredford End pada musim 2010-11 dengan menyatakan ingin hengkang karena melihat skuat Manchester merah yang ia rasa kurang kompetitif. 

Setelah ia mendapatkan apa yang ia inginkan yakni peningkatan gaji serta perpanjangan kontrak, ia kembali ke performa terbaiknya serta membawa United meraih gelar Juara Liga yang ke-20 kalinya. 

Rooney diyakini masih menjadi pilihan di starting eleven mengingat perbedaannya dengan sang junior, Danny Welbeck yang masih belum sematang dan sepengalaman dirinya. Kuat secara fisik, kemampuan lari serta stamina yang tak kenal lelah dalam menjelajah lapangan, fighting spirit yang tinggi ditunjang dengan determinasi tanpa batas membuat ia menjadi jembatan penghubung antara lini tengah dengan Van Persie di depan. Di pos ini ia mempunyai rival yang ada di sosok Shinji Kagawa. 

Namun pengalaman dan segala kelebihan Roo, akurasi dan kekuatan kaki kanan serta insting mencetak gol yang tinggi, membuat peracik strategi tim tidak punya opsi yang lebih baik selain menduetkannya dengan Van Persie di depan. 

Edin Dzeko – Sergio Aguero 

Duet Bosnia-Argentina ini menjadi momok yang menakutkan bagi banyak bek lawan. Kombinasi pemain dengan bola udara yang kuat ditopang dengan pemain yang kuat secara stamina, daya jelajah tinggi serta dilengkapi dengan tembakan yang kuat dan akurat membuat pelatih lawan harus menyiapkan strategi khusus guna meminimalisir ancaman yang ditebar oleh kedua pemain depan Manchester Biru ini. 

Dzeko disini ditugaskan sebagai post player, pemain yang bertugas mengacaukan bek lawan serta menjadi pemain yang mempunyai posisi paling depan dibanding kesepuluh pemain lainnya, juga menjadi pemain yang selalu menjadi target man, yang menjadi tumpuan tim untuk mendulang gol demi gol. Dzeko dengan postur yang ideal untuk seorang post player, yakni dengan tinggi lebih dari 190 sentimeter, mempunyai kelebihan yang memanfaatkan keunggulan posturnya untuk memenangi duel udara dengan bek lawan juga mempunyai tugas sebagai pemain pantul. Mantan duet Grafite saat bermain untuk Wolfsburg ini merapat ke City of Manchester Stadium pada musim dingin 2011 lalu dan langsung mempersembahkan gelar juara Premier League semusim setelah ia bergabung untukThe Citizen pada musim 2011-12. 

Kedatangan Alvaro Negredo dari klub La Liga Sevilla yang juga mempunyai posisi identik dengan Dzeko dirasa tidak akan menggoyahkan posisinya sebagai ujung tombak utama Manchester City. Alvaro yang selama berkiprah di La Liga mencetak 102 gol dari 209 pertandingan bersama Almeria dan Sevilla juga mempunyai postur yang kurang lebih setara dengan Edin Dzeko. Ia juga merupakan seorang eksekutor dan jago dalam bola bola udara meskipun ia mempunyai kekurangan dalam hal kontribusi ketika timnya sedang dalam keadaan bertahan. Pemain bernomor punggung 9 ini ditransfer dari Sevilla seharga 16 juta pounds dan dikontrak selama empat musim. 

Sergio ‘Kun’ Aguero adalah tandem yang pas untuk menemani Edin Dzeko di  lini depan Manchester City. Kuat, lincah, bertenaga, dribble oke dan shooting akurat adalah sederat nilai lebih yang dimiliki olehnya. Pada 2003 lalu ia menjadi pemain termuda yang bermain di Liga Argentina yakni 15 tahun dan 35 hari, memecahkan rekor milik ayah mertuanya sendiri, Diego Armando Maradona yang telah bertahan selama 27 tahun. 

Kun masuk dalam daftar 10 pemain yang paling banyak melakukan usaha dribble di Premier League di dua musim terakhir. Masih segar di ingatan kita saat ia memusnahkan mimpi Manchester United untuk merengkuh gelar ke 20 di musim 2011-12 saat ia mencetak gol ke gawang QPR di menit ke 93 yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang predator oportunis dengan determinasi tinggi. 

Luis Suarez – Daniel Sturridge 

El Pistolero dengan cepat langsung menjadi nyawa bagi pasukan Anfield semenjak ia bergabung ke kubu Liverpool pada musim dingin 2010-2011. Luis Alberto Suarez Diaz diboyong dari Ajax setelah manajemen Liverpool melihat performa impresifnya di Belanda dengan mencetak 81 gol dari 110 penampilan. Dengan cepat ia menyatu dengan permainan Liverpool yang dimotori oleh sang kapten Steven Gerrard. Ia seperti dimanjakan oleh umpan umpan sang kapten, yang membuatnya telah mencetak 51 gol dari 96 penampilannya bersama The Reds. 

Tipikal permainan Suarez yang gemar menggiring bola, daya jelajah luas, berlari tanpa kenal lelah, dilengkapi dengan finishing touch serta key pass yang acapkali merepotkan sekaligus menjadi momok nan selalu menebar ancaman terhadap pertahanan lawan. Belum lagi kemampuannya mengeksekusi tendangan bebas dan bisa dimainkan melebar hingga pelatih tidak kebingungan untuk meracik dan mengubah taktik serta formasi yang dipadukan dengan serangan balik cepat melalui umpan bola panjang khas tim Britania. Karena kemampuannya tersebut, Suarez adalah salah satu pemain yang paling sering dilanggar lawan di Premier League. 

Pemain internasional Uruguay ini telah membawa negaranya menjuarai Copa America pada  2011, telah bermain sebanyak 70 kali dan mencetak 36 gol. 

Di musim 2012-13 lalu ia mencetak total 23 gol yang menjadikannya menjadi top skorer klub serta berada di peringkat kedua di bawah penyerang internasional Belanda milik Manchester United, Robin van Persie. Kombinasinya dengan Daniel Sturridge telah menghasilkan 33 gol di Premier League dari total 71 gol Liverpool. 

Daniel Sturridge yang ditransfer dari Chelsea pada musim dingin 2012-13 juga langsung unjuk ketajaman dan menjadi striker utama klub yang mendampingi Luis Suarez di lini depan The Reds. Sturridge yang merupakan jebolan akademi Manchester City, hanya membutuhkan waktu tujuh menit bermain untuk mencetak gol pertamanya bagi Liverpool. 

Sturridge memang pemain yang mempunyai kecepatan lebih, rajin berlari mengecoh bek lawan, ditambah  dengan kemampuan dribbling dan finishing mumpuni membuatnya tidak lama untuk menjadi andalan Brendan Rodgers. Sturridge juga gemar menusuk dari sayap serta acapkali melakukan cut inside yang berujung pada terciptanya 10 gol di 15 penampilannya bersama Liverpool musim 2012-13 lalu.

Sumber : http://id.olahraga.yahoo.com/