Tiga Klub dengan Lini Tengah Terbaik di Liga Inggris

by -37 views

Tiga Klub dengan Lini Tengah Terbaik di Liga Inggris

Manchester United 

Dengan mewarisi skuat juara Premier League bentukan Sir Alex Ferguson, David Moyes sejauh ini belum menambahkan suntikan amunisi baru ke lini tengah Setan Merah. Wilfried Zaha yang didatangkan United dari Crystal Palace adalah rekrutan SAF di jendela transfer musim dingin Januari 2013. 

Dengan formasi dua bek tengah di jantung permainan ditopang dengan dua pemain sayap, rasanya tidak akan ada banyak perbedaan berarti antara lini tengah United di bawah asuhan Fergie dengan Moyes. 

Carrick akan menjadi jenderal lapangan tengah The Red Devils, yang saat datang ke Carrington dari Spurs hanya ditugasi tiga hal oleh Fergie: mengumpan – lari mendekat – minta bola. Fungsi vital inilah yang sejauh ini belum bisa digantikan oleh pemain United manapun.  

Carrick adalah satu dari sedikit pemain yang beruntung bisa mendapatkan ilmu menggalang lini tengah United secara langsung dari sang Maestro, Paul Scholes. 

The Unsung Hero, begitulah julukannya di mata fans Stredford End, dikarenakan ia senantiasa jarang diperhatikan perannya. Saat permainan United terlihat atraktif beberapa tahun terakhir, orang sibuk memuji kepiawaian seorang Paul Scholes, kecepatan dan skill Cristiano Ronaldo, kepemimpinan dan kharisma Ryan Giggs bahkan akurasi dan akselerasi seorang yang hanya punya satu skill untuk melewati bek lawan, Antonio Valencia. 

“Memangnya apa yang dilakukan Carrick selain mengumpan? ia tidak mengambil tendangan sudut, tendangan bebas, jarang melakukan tendangan jarak jauh dan umpan terobosan, bukan juga box to box player!” 

Mungkin hal itu yang ada di dalam benak pikiran para penggemar bola. Mereka lupa bahwa Paul Scholes bisa menjadi sangat piawai karena ditopang oleh Carrick yang mempunyai fungsi mirip dengan Sergio Busquets sebagai pelayan Xavi Hernandez, yakni mengisi pos yang ditinggalkan oleh Xavi sehingga bisa dengan mudah mengatur ritme serangan dan bertahan Blaugrana. 

Kehadiran Carrick di lini tengah United akan ditemani gelandang muda enerjik Tom Cleverley maupun Anderson. Tom Cleverley adalah sosok yang enerjik, yang sebenarnya mempunyai kemampuan untuk menjadi seorang box to box midfielder. Dengan kemampuan memotong bola yang menjanjikan juga dilengkapi dengan akurasi tendangan yang mumpuni. 

Sang punggawa Samurai Biru, Shinji Kagawa bisa menjadi sosok sentral di lini tengah dalam urusan mendobrak pertahanan lawan. Mobilitas dan daya jelajahnya di area sepertiga akhir juga tusukan cepatnya, kemampuan untuk bergerak tanpa bola demi membuka ruang untuk Rooney dan Van Persie diyakini akan membuatnya menjadi kartu as United di lini tengah. 

Walaupun mungkin ia belum sebaik saat ia bermain untuk Borussia Dortmund. Lalu kedua sayap United akan diisi oleh Wilfired Zaha di kanan yang bergantian dengan Valencia serta Ashley Young yang secara bergantian menyisir sisi kiri sayap United bersama Ryan Giggs dan Luis Nani.  

Manchester City 

Yaya Toure adalah rekrutan tersukses The Citizen selama kiprahnya di Premier League. Ia terbukti menjadi nyawa dan tulang punggung tim.  

Jika Toure sedang absen untuk membela negara maupun karena cedera, maka limbunglah permainan City. 

Postur yang tegap, dilengkapi dengan visi yang tajam, kemampuan mengorganisir lini tengah, kemampuan mencetak gol serta menjadi benteng pertahanan pertama City di depan Kompany dan Lescott menjadikan Yaya Toure seorang gelandang komplet yang selalu menjadi pilihan utama arsitek tim Manchester City serta tim nasional Pantai Gading. 

Masih terngiang di ingatan saat City dengan gagah memimpin klasemen Premier League musim 2011-12 di awal musim hingga januari 2012, kemudian Yaya diharuskan pulang kampung untuk tugas negaranya hingga City kelimpungan dan posisinya diambil alih tetangganya Manchester United. 

Setelah selesai membela negara, Yaya kembali dan City pun kembali mengejar sang tetangga hingga akhirnya menjuarai Premier League untuk yang pertama kalinya. 

Rekrutan baru City dari Shaktar Donetsk yakni Fernandinho menjadi tandem Yaya Toure dan berkolaborasi untuk menjadi double pivot. Dengan karakternya sebagai seorang box to box player,Fernandinho nampaknya tidak menemui kesulitan berarti untuk menembus starting eleven tim. 

Sementara di lini serang, Pellegrini lebih memilih duo Spanyol David Silva dan Jesus Navas yang baru saja direkrut dari Sevilla untuk mendobrak pertahanan lawan. David Silva dengan daya jelajah yang tinggi serta kemampuan fisik yang prima, dilengkapi dengan teknik dan kelebihan menggiring bola menempati sisi kiri. Sementara Jesus Navas berada di sisi kanan penyerangan City mempunyai kelebihan dalam kecepatan serta kemampuan ketajamannya dalam membongkar pertahanan lawan. Kedua pemain ini diberi tugas yang cukup bebas oleh sang entrenador, antara mau menyisir ke sayap maupun melakukan cutting inside seperti layaknya yang dilakukan oleh para inverted winger

Chelsea  

Jose Mourinho datang lagi ke Chelsea di saat klub yang bermarkas di Stamford Bridge ini dihuni para pemain tengah dengan kualitas yang sangat berkelas. Bagaimana tidak, bisa kita lihat di musim lalu penampilan trio Juan Mata – Oscar – Eden Hazard mengacak-acak pertahanan lawan dengan begitu mudahnya. Ditopang dengan box to box player yang tentunya akan sangat disukai Mou, Ramires dan juga kembalinya Michael Essien dari masa pinjamannya ke Real Madrid. 

Juga ditambah John Obi Mikel, maka trisula maut lini tengah Chelsea akan kembali menjadi salah satu momok menakutkan di Premier League musim ini. Dengan kecenderungan Mou untuk menumpuk pemain tengah hingga lima orang, yakni tiga pemain tengah dengan tipikal menyerang ditopang olehdouble pivot, maka Chelsea musim ini akan bermain cukup sentral dengan mengurangi tusukan dari kedua sayap. 

Eden Hazard dipastikan akan menjadi pusat permainan lini tengah Chelsea dalam meluluhlantakkan benteng pertahanan lawan. Kecepatan di atas rata-rata, daya jelajah yang tinggi, mampu bermain sebagai free-role player, ia dengan cepat beradaptasi dengan sepak bola level atas seperti Premier League. Hazard juga dilengkapi dengan umpan akurat serta kekuatan dan akurasi tendangan yang hebat menjadikan Hazard menjadi salah satu momok disegani lawan di Premier League. 

Ditopang oleh pemuda lincah asal Brasil, Oscar dan Juan Mata, maka lini serang Chelsea sudah lengkap. Walaupun dari segi postur mereka bertiga mempunyai kekurangan di mata Mou, yang lebih suka menggunakan jasa pemain yang berpostur lebih tinggi atau kekar. 

Kedatangan kedua pemain baru, Marco van Ginkel yang notabene adalah seorang box to box playerdan juga Andre Schurrle yang merupakan seorang sayap menambah daya gedor serta alternatif pola dan formasi yang akan diterapkan Mou.

Sumber : http://id.olahraga.yahoo.com/