Tiga PT Elite Belum Berpihak pada Warga Jabar

by -14 views

Tiga PT Elite Belum Berpihak pada Warga Jabar

Jatinangorku.com – Keberadaan universitas negeri (perguruan tinggi/PT) bertaraf internasional atau world class university di Jabar ternyata masih belum berpihak pada warga Jabar. Demikian kritik yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Rabu (11/9) di Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung.

Heryawan mengungkapkan, di Jabar terdapat 3 perguruan tinggi dengan status world class university, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Namun, warga Jabar yang kuliah di tiga kampus tersebut bukan mayoritas.

Contohnya di Unpad, pada tahun 2012, dari puluhan ribu mahasiswanya, hanya 51 persen mahasiswa yang berasal dari Jabar. Begitu pun dengan ITB dan IPB. Ini karena penerimaan mahasiswa di ketiga universitas itu diperebutkan pelajar dari seluruh Indonesia.

“Atas dasar itu, kita sudah memaksa ketiga rektor itu untuk menambah kuota khusus bagi mahasiswa asal Jabar. Sebenarnya bukan memaksa, tapi kita sudah sepakat dan ada perjanjiannya dengan ketiga rektor tersebut,” katanya.

Program ini, lanjut Heryawan, dilakukan untuk mendongkrak angka partisipasi kasar (APK) masuk perguruan tinggi di Jabar yang hingga saat ini masih rendah, sekitar 15,19 persen. Melalui program ini, pelajar berprestasi di seluruh Jabar, khususnya di daerah terpencil akan disekolahkan di ketiga perguruan tinggi tersebut.

“Dengan begitu orang di Jampang Kulon, Cidolog, Pameungpeuk, dan daerah terpencil lainnya bisa bersekolah di ITB, Unpad, dan IPB. Melalui program ini, kita akan jemput bola. Selama ini, persepsi mereka sekolah di ITB, Unpad atau IPB bagai mimpi. Tapi ketika dites mereka mampu bersaing dengan anak-anak di perkotaan,” katanya.

Dengan banyaknya kesempatan bagi warga Jabar untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, tambahnya, maka APK perguruan tinggi di Jabar akan semakin meningkat. Ia menargetkan selama lima tahun ke depan APK naik menjadi di atas 25 persen. “Ini hitung-hitungan yang realistis ya, karena sudah dikoordinasikan dengan Badan Pusat Statistik (BPS),” tegasnya.

Diakuinya, ITB, Unpad, dan IPB memang diincar masyarakat Indonesia, bahkan mancanegara. Untuk melindungi warga Jabar agar bisa bersekolah di perguruan tinggi di Jabar yang bertaraf internasional maka akan dibuat kuota khusus.

“Saya kira wajar ada kuota khusus untuk masyarakat Jabar di perguruan tinggi di Jabar. Terlebih, kuota di perguruan tinggi itu diperebutkan secara nasional. Enggak menyalahi aturan karena semua melakukan yang sama. Contohnya SMA di Jakarta, ada kuota khusus untuk warga Jakarta,” ujarnya.

Disinggung kompensasi dari tiga perguruan tinggi dengan adanya program ini, Heryawan mengatakan, tidak ada kompensasi khusus. Program ini hanya kesadaran perguruan tinggi bersangkutan. Misalnya Unpad yang sudah melaksanakan program ini pada tahun 2013 dengan nama Unpad Nyaah ka Jabar. “Saya rasa ini hanya urusan keberpihakan saja,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya di Unpad program kuota khusus sudah berjalan. Tahun ini masyarakat Jabar yang kuliah di Unpad sudah meningkat menjadi 70 persen. Jatahnya 2 orang/fakultas sehingga total 86 orang/kota/kabupaten/tahun.

Pembiayaannya, kata Heryawan, bagi mereka yang berasal dari keluarga mampu harus bayar sendiri. Sedangkan untuk keluarga tidak mampu melalui Bantuan Pendidikan Miskin Berprestasi (Bidik Misi) atau beasiswa dari Pemprov Jabar.

Sumber : http://klik-galamedia.com