Tim Gabungan Jaring Belasan PSK, Digiring dari Sudut Kota Bandung

by -68 views

Tim Gabungan Jaring Belasan PSK, Digiring dari Sudut Kota Bandung

Jatinangorku.com – Sebanyak 18 wanita pekerja seks komersial (PSK) terjaring razia yang digelar tim gabungan, Selasa (10/9) malam hingga Rabu (11/9) dini hari. Mereka digiring petugas dari berbagai sudut kota saat menjajakan diri.

Razia dilakukan di kawasan Otista, Banceuy, Braga, Stasiun, dan daerah timur. “Ini merupakan operasi rutin yang sering kami lakukan,” ungkap Kepala seksi (Kasi) Pembinaan, Penyuluhan, dan Pengawasan Satpol PP Kota Bandung, Agus. Ia menjelaskan, tim pun menjaring 27 pelanggar perda lainnya seperti pedagang kaki lima (PKL). 

“Mereka sudah disidang yustisi di kantor Satpol PP, Rabu (11/9) pagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Tuna Susila Dinas Sosial Kota Bandung, Yogaswara mengatakan, PSK yang terjaring razia dibina di panti rehabilitasi Palimanan atau Sukabumi. Mereka yang telah dibina ini memang ada yang tidak lagi menjadi PSK, namun ada pula yang memilih kembali ke jalan. 

“Yang sudah dibina ini ada yang tobat, ada juga yang kembali ke jalan. Mereka yang kembali ke jalan sudah mentalnya begitu, jadi susah,” ungkap Yoga.

Lama pembinaan terhadap para PSK, kata Yoga, tidak sama. Ada yang 40 hari dan ada pula yang hingga empat bulan. “Untuk yang empat bulan dilakukan setahun dua kali dan kapasitasnya terbatas, cuma 100 orang dan sekarang sudah tutup,” ungkapnya.

Sementara pembinaan selama 40 hari atau on call, biasanya diberikan pada PSK yang terkena razia. “Pembinaan selama 40 hari ini untuk yang darurat atau on call, tiap saat bisa dilakukan,” tandasnya.

Hanya saja pembinaannya berbeda. “Kalau untuk pembinaan selama 40 hari, mereka nantinya diberi bantuan sesuai keterampilan yang dijalani. Misalnya salon atau menjahit, nantinya mereka akan diberi perlengkapannya,” katanya.

Sementara untuk yang on call atau darurat, diakui Yoga, mereka hanya diberi keterampilan saja. Untuk pembinaan on call ini, 70-80 persen PSK-nya kembali ke jalan. “Cuma mereka pindah tempat, tidak di Bandung lagi,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com/