Tindakan Kekerasan Terhadap Anak di Jabar Tinggi

by -14 views

 

 

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Netty Prasetyani Heryawan menyatakan, jumlah tindakan kekerasan terhadap anak sepanjang 2010-2015 mencapai 293 kasus.

Namun hingga kini, Pemprov Jawa Barat belum menetapkan status darurat kekerasan terhadap anak. Karena penetapan status harus melibatkan banyak stake holders.

“Penetapan status harus oleh banyak pihak. Utamanya pejabat struktural, seperti kepala daerah, termasuk forum koordinasi pimpinan daerah lainnya dari kepolisian maupun kejaksaan,” kata Netty kepada wartawan seusai pelantikan pengurus TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Sukabumi di Pendopo Negara, Jalan Ahmad Yani,

Namun, lanjut Netty, para pejabat struktural itu merumuskannya dengan ditambah pendapat para ahli. Seperti ahli psikologi yang menyatakan jika angka kasus sebesar itu dinyatakan darurat, maka bisa ditetapkan status darurat.

“Walaupun belum ada penetapan status darurat, P2TP2A akan terus bekerja sesuai perannya yakni mengadvokasi, pencegahan, maupun promosi kepada masyarakat,” ujar dia.

Netty menjelaskan, sepanjang 2010-2015 P2TP2A Jabar menangani sebanyak 946 kasus, di antaranya sebanyak 293 kasus tindakan kekerasan terhadap anak. Sedangkan kasus lainnya kebanyakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Kasus kekerasan terhadap anak ini paling tinggi. Yang lainnya KDRT seperti kekerasan fisik kepala keluarga terhadap istri atau anak, human trafficking (perdagangan manusia), kekerasan pacaran, serta kasus lainnya seperti harta gono-gini maupun kuasa hak pengasuhan anak,” jelas dia.