Tips Kesehatan, Jangan Cuma Mengandalkan Obat

by -19 views

Tips Kesehatan, Jangan Cuma Mengandalkan Obat

Jatinangorku.com – SAMPAI sekarang berlaku anggapan di tengah masyarakat, kanker adalah satu penyakit yang sangat sulit disembuhkan. Terlebih para peneliti bidang kesehatan memang tak pernah berhenti meneliti obat kanker yang benar-benar efektif.

Mengingat sejumlah metode pengobatan yang saat ini dipakai dalam terapi kanker, dianggap masih belum sepenuhnya mampu mengatasi masalah kesehatan pasien secara holistis. Termasuk di dalamnya metode kemoterapi yang banyak diterapkan pada pasien kanker.

Kemoterapi berarti memasukkan cairan kimia tertentu ke dalam tubuh. Tapi, ternyata zat tersebut tidak hanya membunuh sel kanker. Banyak sel sehat di dalam tubuh yang ikut mati. Ini efek kemoterapi yang cukup berbahaya dan dapat berujung pada kematian.

Gambaran itu disampaikan Praktisi Kesehatan dr R Setio Boediprajitno dalam acara Bincang Sehat & Buka Puasa Bareng dr Setio di Rumah Makan Kehidupan Tidak Pernah Berakhir di Jalan Padjajaran No 63, Kota Bandung, Jumat (18/7).

“Belum lagi ada efek sangat menyakitkan yang dialami pasien kanker yang baru menjalani kemoterapi. Termasuk rasa mual dan pusing. Untuk menangkal efek tersebut, dokter biasanya memberikan sejumlah obat penangkal nyeri, mual, dan pusing, kepada si pasien kanker,” jelasnya.

Tidak jarang dokter menulis lebih dari satu lembar resep. Karena obat-obatan yang dibutuhkan pasien kanker sangat banyak jenisnya. Tidak heran, jika kartu status pasien kanker jauh lebih tebal dibanding pasien dengan penyakit lain.

“Sebenarnya, paling penting dilakukan adalah mengubah pola hidup. Kalau sudah ada diagnosa kanker, seseorang sudah harus setop mengonsumsi makanan berbasis hewani,” jelas Setio sambil menayangkan sebuah tayangan video.

Dalam video itu divisualisasikan, pertumbuhan dan pembelahan sel kanker yang sangat cepat ketika pasien kanker masih mengonsumsi makanan berbasis hewani. Dalam lima hari pertumbuhan sel kanker bisa lebih dari 1.400.

“Ini sangat merugikan, karena reaksi pertemuan alfatoksin (AF) dan enzim dari protein hewani di dalam hati, dapat menghasilkan deoxyribonucleic acid (DNA) buruk yang merupakan bibit sel kanker, tumbuh sangat cepat dan tidak beraturan. Ketika sel kanker masuk ke aliran darah lebih dari 10% dan tak dapat ditoleransi tubuh, maka sel kanker bisa terjadi di mana saja di organ penting manusia,” tegasnya

Sumber : http://www.inilahkoran.com/