Titik Rawan Longsor di Sumedang Dipasangi Alarm

by -41 views

Titik Rawan Longsor di Sumedang Dipasangi AlarmBeberapa daerah rawan longsor di wilayah Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang dipasangi alarm. Peralatan tersebut dibuat khusus untuk mendeteksi pergerakan tanah yang bisa memicu terjadinya longsor.

Alarm dipasang di 3 titik rawan longsor, yakni wilayah Desa Ciherang, Pasanggrahan Baru, dan daerah Singkup di kawasan Jalan Cadas Pengeran. Alarm secara otomatis akan berbunyi apabila terjadi pergerakan tanah. Bahkan sinyal dari alarm itu terhubung langsung dengan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Sumedang.

Camat Sumedang Selatan, Herry Dewantara, Selasa 24 Oktober 2017menyebut, ketika alarm berbunyi yang menandakan terjadi pergeseran tanah, masyarakat yang berada di daerah rawan longsor harus segera menyelamatkan diri ke tempat aman.

Upaya itu guna menghindari risiko bahaya terjadinya longsor. Apalagi kondisi tanah di wilayah Kecamatan Sumedang Selatan umumnya labil. Dengan demikian rentan terjadi pergerakan tanah dan bencana longsor. Bahayanya lagi, tak sedikit warga yang rumahnya berada di lereng perbukitan yang  curam.

“Wilayah kami ini, termasuk daerah rawan longsor dan banjir di Kabupaten Sumedang. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama yang tinggal di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaannya,” ujar Herry.

Upaya kewaspadaan, kata dia, perlu ditingkatkan karena saat ini memasuki musim hujan. Bahkan dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan di wilayah Sumedang Selatan cukup tinggi.

“Bahkan hasil pengecekan dari Badan Geologi, kondisinya tanahnya umumnya labil sehingga perlu diwaspadai,” tutur Herry.

Forum penanggulangan bencana

Lebih jauh ia menjelaskan, guna mengantisipasi bahaya longsor di wilayahnya, sudah dibentuk Forum Kerjasama Penanggulangan Bencana (FKPB). Forum tersebut, melibatkan semua unsur Muspika.

Sebelumnya, sempat dilakukan pelatihan penanggulangan bencana yang diinisiasi oleh PMI Kabupaten Sumedang. Pelatihan tersebut diikuti sejumlah petugas  BPBD, Kesbangpol, dan  Karang Taruna.

“Dalam pelatihan itu, sekaligus dilakukan pengecekan lokasi longsor di Desa Ciherang yang terjadi sekitar setahun lalu,” kata dia

Sum ber : http://www.pikiran-rakyat.com