TNI Akan Terus Bersihkan Geng Motor

by -34 views

 

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo menegaskan, Kota Bandung dan Jawa Barat harus bersih dari geng motor. Hal ini mengerucut setelah sebelumnya, Pratu Galang tewas ditikam geng motor di Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

”Sampai Desember ini, kami tetap siaga terhadap geng motor,”  tegas Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo usai salat Id di Lapangan Gasibu Bandung, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, Kota Bandung dan wilayah Jawa Barat harus bersih dari tindak-tanduk geng motor. Sebab, perbuatan mereka lebih mengarah pada tindak kriminal murni. ”Sejauh ini sudah semakin kondusif. Jabar itu enak kalau kondusif, warganya ramah. Jangan sampai mereka kembali membuat ulah,” tuturnya.

Dia menegaskan, mengerahkan pasukan untuk memonitor pergerakan geng motor di sejumlah wilayah se-Jawa Barat. Termasuk ke wilayah Ciwidey, Kabupaten Bandung, yang kerap dijadikan ajang kumpul dalam skala besar.

Di saat bersamaan, kata dia, geng motor tersebut kerap membuat ulah kepada warga masyarakat. Salah satunya dengan menjarah dagangan yang ada di warung milik warga di kawasan tersebut. Mereka juga kerap membahayakan pengguna jalan lainnya. ”Sebab mereka datang ke sana bergerombol. Saat ini warga di sana sudah merasa lega dan berterima kasih pada anggota yang melakukan patroli rutin ke sana,” tandasnya.

Disinggung soal beberapa keributan yang terjadi di sejumlah wilayah seperti Bogor, Depok, dan Cirebon dia tegaskan hal tersebut tidak akan terjadi lagi. ”Kita bersihkan, tidak ada lagi di sana geng motor,” tegasnya.

Pembersihan yang paling utama, kata dia, adalah lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat nongkrong dan balapan liar. Salah satunya di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. ”Kalau mereka kembali membuat onar, saya jaminannya!.”

Dia mengaku, ketegasan pada geng motor tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Apalagi bagi mereka yang beraktivitas malam hari. ”Saya tidak mau lagi ada warga yang takut geng motor atau begal ketika keluar malam. Bandung dan Jawa Barat harus aman. Saya perintahkan seluruh prajurit jangan takut geng motor, bila perlu tembak di tempat,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pratu Galang, anggota prajurit TNI AD tewas setelah mendapat luka tikaman senjata tajam di tubuhnya. Peristiwa penganiayaan tersebut berlangsung pada Ahad (5/3) dini hari lalu, di Jalan Rajawali (Cibeureum), Kota Bandung. Saat itu, korban diketahui hendak pulang ke asmara. Namun, di tengah jalan dicegat 20 orang yang diintifikasi sebagai geng motor.

Setelah menganiaya Pratu Galang, para pelaku langsung melarikan diri. Sedangkan, korban yang mengalami luka parah dibawa oleh beberapa saksi ke RS Dustira, Kota Cimahi. Meski sempat mendapatkan pertolongan medis, nyawa korban tak tertolong. Sebelum peristiwa penganiayaan, korban bersama rekan-rekannya di klub motor CB berkumpul sambil minum kopi di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung