Tol Cisumdawu Belum Juga Rampung, Pembebasan Lahan Lagi-lagi Jadi Kendala

by -128 views

DPRD Provinsi Jabar mempertanyakan progres pembebasan lahan dan pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang tampaknya menghadapi kendala. Dewan pun mempertanyakan kapan tol tersebut bisa dipakai masyarakat.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady menilai belum ada progres yang signifikan terkait pembebasan lahan di Tahap I, baik fase 1 maupun fase 2, Tol Cisumdawu.

“Kami masih menunggu tindak lanjut. Ini sudah hampir sebulan sejak kami berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri. Saat itu Pak Mendagri menyatakan bahwa lahan di Seksi I (Lahan IPDN di Jatinangor) bisa digunakan,” ujar Daddy melalui ponsel, Selasa (23/10).

 

Seksi I Tol Cisumdawu terbagi menjadi dua fase, yakni fase I (Cileunyi-Rancakalong) dan fase II (Rancakalong-Sumedang).

Seksi I digarap pemerintah pusat, sedangkan Seksi II dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Tol Cisumdawu nantinya akan dioperasionalkan oleh BUJT.

Daddy mengatakan ada pengerjaan di Seksi II fase IV sepanjang 4,05 km.

Fase ini ditargetkan selesai tahun depan.

Di Seksi I pun ada ruas sekitar 6 km yang telah rampung lebih dari setahun lalu. Meskipun demikian, kedua bagian itu tidak mungkin dipergunakan jika pekerjaan di Seksi I tidak selesai secara keseluruhan.

“Saya sangat menyayangkan andai itu benar terjadi. Apa tidak mubazir dan malah rusak nanti pekerjaan-pekerjaan yang sudah menelan biaya begitu besar tersebut,” katanya.

Pembebasan lahan, katanya, memang kerap kali menjadi masalah dalam pembangunan infrastruktur berskala besar

 

Kordinasi dengan berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam hal ini. Ujungnya adalah berakibat molornya jadwal penyelesaian pekerjaan.

“Lihatlah apa yang terjadi dengan pembangunan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), Tol Soroja (Soreang-Pasir Koja), atau pekerjaan besar lainnya. Semua tersendat karena lahan,” ujar Daddy lagi.

Pembebasan lahan memang harus melibatkan beberapa pihak.

 

Selain ada instansi terkait, harus pula ada tim apraisal dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada tahapan-tahapan sebelumnya.

Artinya, tahap persiapan pembangunan membutuhkan waktu yang tidak sedikit selain koordinasi antar-institusi.

Belum lagi, katanya, kerapkali terjadi sengketa kepemilikan lahan. Rupanya hal ini pula yang terjadi dengan lahan di Seksi I Tol Cisumdawu.

Hingga saat ini sudah dua kali ada sekelompok masyarakat yang menggugat lahan milik IPDN.

“Gugatan pertama dimenangkan IPDN dan putusan suah incraacht. Saat ini ada gugatan kedua. Putusan di tahap pertama kembali dimenangkan IPDN. Pihak penggugat mengajukan banding,” katanya.

Jika sengketa lahan Seksi I selesai, mestinya pembangunan Tol Cisumdawu minimal bisa dituntaskan sampai Cimalaka.

Itu berarti, kemacetan parah yang sering terjadi di ruas Cadas Pangeran akan terurai. Arus kendaraan Cileunyi-Cimalaka akan mengurangi sebagian biaya dan tingkat stres.

“Kita tunggu saja kelanjutannya. Dengan lahan yang masih sengketa seperti itu masih mungkinkah kontraktor tetap menyelesaikan pekerjaannya,” ujar Sekretaris Fraksi Gerindra dari daerah pemilihan Cirebon-Indramayu tersebut.

Pembangunan terowongan arah Dawuan pada Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sudah tembus di kedua ujungnya. Sedangkan terowongan arah Cileunyi ditargetkan bisa tembus pada November 2018.

“Di dalam pembangunan seksi dua tersebut, terdapat twin tunnel Cisumdawu, sepanjang 472 meter. Sisi kiri sudah tembus semuanya, sisi kanan baru 392 meter, dan rencananya tembus akhir November,” kata Sekda Jabar Iwa Karniwa, di Gedung Sate, Kamis (11/10).

 

Iwa mengatakan secara keseluruhan perkembangan pembangunan twin tunnel Tol Cisumdawu tersebut sudah mencapai 80 persen. Terowongan ini merupakan terowongan tol terpanjang di Indonesia.

“Artinya tunnel yang tembus itu sudah selesai kontruksinya. Memang pengerjaan twin tunnel ini yang paling berat dalam pembangunan Tol Cisumdawu,” katanya.

Menurut Iwa, pembangunan seksi pertama Tol Cisamdawu sepanjang 12,02 kilometer yang terbentang dari Cileunyi hingga Rancakalong sedang dalam proses pembebasan lahan

“Dan terhadap lahan IPDN dan beberapa lahannya lainnya sudah dilaksanakan proses pendetailan pengukuran, sekarang sampai ke lahan Rancakalong. Sehingga diharapkan pembayaran ini bisa diselesaikan di November dan Desember untuk seksi satu,” katanya.

Selanjutnya untuk seksi dua fase satu Tol Cisumdawu sepanjang 6,35 kilometer, kata Iwa, perkembangannya sudah selesai 100 persen. Untuk seksi dua Tol Cisumdawu yang memiliki panjang 17,05 kilometer, ditargetkan pembangunannya bisa selesai pada Desember 2019.

Fase tiga sepanjang 11,45 kilometer, katanya, progres pembebasan lahannya sudah 60 persen. Secara total yang merupakan kewenangan pemerintah, katanya, seksi 1 dan seksi 2, dari total 28,50 kilometer, progres keseluruhan pembebasan lahan sudah 82,82 persen dan konstruksi 46,12 persen. (Sam)

 

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com