Tol Cisumdawu Masih Terkendala Tanah Wakaf

by -44 views

 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya merampungkan pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Namun hingga saat ini, masih ada beberapa kendala yang belum terselesaikan.

Beberapa kendala tersebut yakni penyelesaian tanah wakaf, perubahan penetapan lokasi (penlok) di seksi seksi V sepanjang 2,5 kilometer, serta sinkronisasi titik akhir tol yang dibangun sejak 2015 lalu dengan Jalan Tol Cikopo Palimanan (Cipali) yang nantinya juga menjadi akses penghubung menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Kepala Satuan Kerja (Satker) Jalan tol Cisumdawu, Wida Nurfaida meminta bantuan Pemprov Jabar agar berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait sinkronisasi Cisumdawu dan Cipali.

“Ini dilakukan agar bagian ujung Cipai bisa tersambung dengan BIJB,” tutur Wida, Selasa (26/7/2016).

Dia menuturkan, ‎sampai saat ini Seksi II fase I pengerjaan fisiknya telah mencapai 76,87% dan pembebasan lahannya mencapai 93,31%. Sementara untuk Seksi II fase II proses pembebasan lahannya telah mencapai 80,12% dan pengerjaan fisiknya masih 0%.

“Yang paling mendesak adalah masalah dana untuk pembebasan lahan. Dananya masih sangat kurang,” kata Wida seraya menyebut kebutuhan dana untuk pembebasan kurang lebih sebesar Rp2 triliun.

Dia berharap, dalam APBN perubahan pembebasan lahan untuk seksi I bisa terpenuhi 80%. “Kebutuhan lahan di seksi I dari Cileunyi-Rancakalong. Dari kebutuhan Rp1 triliun paling tidak 80% terpenuhi,” ucapnya.

Namun, kata dia, yang paling dibutuhkan di APBN perubahan adalah dana pendamping dari pemerintah sebesar 10% dari total kebutuhan dana konstruksi atau sebesar Rp394 miliar.

“Ini sudah dijanjikan terus oleh pemerintah tapi sampai sekarang belum. Itu komitmen dari pemerintah pusat. Kami hanya bisa mendorong saja,” tandasnya.

Jalan Tol Cisumdawu terbagi ke dalam enam seksi dengan total panjang mencapai 58,50 kilometer. Jalan tol ini diproyeksikan menjadi akses penghubung antara Bandung, Sumedang, dan Majalengka.

Saat ini di lapangan pelaksana proyek masih berusaha menyelesaikan pembangunan seksi II sepanjang 10,7 kilometer yang ditargetkan selesai 2017 mendatang.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa melihat sudah ada perkembangan yang cukup menjanjikan dari pembangunan Tol Cisumdawu. Saat ini pelaksana proyek tengah mempersiapkan pembangunan terowongan sepanjang 472 meter. Selain itu proses pembebasan lahan pun sudah ada kemajuan dibanding kondisi sebelumnya.

“Tinggal menyelesaikan tanah wakaf. Ada satu persyaratan Kemenag yaitu surat keputusan Bupati tim penilai tanah wakaf yang terkena jalan tol ini di seksi II fase I,” tutur Iwa.

Terkait penyelesaian tanah SMK Pertanian Tanjungsari milik Pemprov Jabar, menurut dia akan segera diproses. “Nanti akan ada rapat lanjutan,” ujarnya