Tol Cisumdawu Terhambat

by -61 views


JATINANGOR (GM) – Proyek pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) ternyata masih terhambat. Sekitar 175 kepala keluarga (KK) pemilik lahan di Desa Margaluyu, Kec. Tanjungsari masih belum sepakat dalam hal ganti rugi. Sedangkan di Desa Cibeusi dan Desa Cileles, Kec. Jatinangor, hingga kini masih belum mengarah pada pembebasan lahan.

Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan (PKK) Tol Cisumdawu merencanakan, pembebasan lahan di Kec. Jatinangor akan dilakukan setelah pembebasan lahan di Tanjungsari, Pamulihan, dan Kec. Sukasari rampung.

“Warga tidak menghalang-halangi pembebasan lahan. Hanya ada pihak-pihak tertentu yang belum memenuhi keinginan 175 KK itu untuk melepaskan hak atas tanahnya yang akan terkena Tol Cisumdawu,” kata aktivis LSM, sekaligus perwakilan warga Desa Margaluyu, Maman kepada “GM” di Desa Margaluyu, Senin (14/5).

Menurut Maman, masih terganjalnya pembebasan lahan di desa tersebut, karena harga nego antara pihak yang berwenang dalam pembebasan lahan dengan pemilik belum ada kecocokan. “Permasalahannya masih soal harga. Saat ini, di desa kami harga tanah sebesar Rp 5 juta/tumbak. Sementara dari pihak pelaksana pembangunan tol akan membelinya Rp 3,2 juta. Apakah uang pengganti tersebut akan menyejahterakan rakyat? Saya pikir akan menyengsarakan rakyat,” katanya.

Untuk memperjuangkan hak-hak warga itu, pihaknya atas nama warga sempat melayangkan surat ke Pemkab Sumedang. Dengan harapan mereka bisa melakukan audiensi dengan pejabat terkait. Namun setelah surat dilayangkan beberapa kali, belum ada tanggapan. Sehingga ia bersama perwakilan warga sempat mendatangi DPRD Kab. Sumedang.

Sementara itu, panitia pembuat komitmen pembangunan Tol Cisumdawu, Ir. Sutriyanto mengatakan, pembebasan lahan di kawasan Jatinangor baru akan dilaksanakan setelah di kecamatan lain sudah selesai. Untuk itu, pembebasan lahan di Jatinangor belum ada kepastian kapan karena menunggu pembebasan lahan di tempat lain selesai.

“Pembebasan lahan di kecamatan lain di Sumedang sudah selesai, kami akan melangkah ke pembebasan lahan di Kec. Jatinangor,” katanya.

(B.105)**