Tol Cisumdawu Terkatung-katung

by -183 views

Kebun Emas 486 x 60

JATINANGOR (27/02)

Proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang telah berjalan sekitar 20 persen dinilai sejumlah pihak terkatung-katung, bahkan fisik tol tersebut kini mengalami kerusakan. Sejumlah pemilik lahan di Jatinangor yang terkena proyek itu pun kebingungan. Ini diduga akibat kurangnya pengawasan dari satker fisik tol tersebut.

Abah Ece (46), salah seorang Warga Dusun Manco, Desa Gudang, Kec Tanjungsari kepada wartawan, Selasa (26/2) membenarkan jika bangunan jalan tol itu minus pengawasan. Sehingga kerap dijadikan ajang balapan motor oleh para pemuda dari luar Tanjungsari. Bahkan aksi balapan itu kini kian marak dan mengganggu kenyamanan.

Balapan liar di lakasi pembangunan fisik tol tersebut kerap berlangsung meski kucing-kucingan dengan aparat kepolisian. “Badan jalan tol itu selian dijadikan sarana balapan liar, kerap juga dijadikan sarana bermain sepak bola oleh sejumlah anak-anak,” katanya.

Sementara Ketua Ketua LSM Barisan Rakyat Anti-Korupsi Sumedang (Barak), A. Tarkana, didampingi sejumlah pemilik lahan yang akan terkena proyek tol dari Kec. Jatinangor mengharapkan keseriusan Pemkab Sumedang dan Satker Tol Cisumdawu untuk satekah polah melakukan percepatan pembangunan proyek itu.

“Jika pembangunannya dibiarkan berlarut-larut, khawatir akan membingungkan para pemilik lahan. Bahkan, pembangunan fisik yang sudah ada, diharapkan untuk rajin dikontrol secara berkala agar nantinya tidak rusak sebelum digunakan,” katanya.

Menurutnya, para pemilik lahan kini resah akibat ketidakjelasan proyek itu. Pemilik lahan mengaku resah dan bingung terkait mau diapakan lahannya untuk saat ini. Jika digarap atau bercocok tanam, katanya, dikhawatirkan pembangunan tol itu waktunya dipercepat, sehingga akan mengganggu proses tanam. “Jika lahan dibiarkan warga kian bingung dengan alasan lahannya menjadi tidak produktif,”katanya.

Biasanya katanya, anggaran untuk pembangunannya telah sepaket dengan biaya pemeliharaannya. Sehingga, satker harus bekerja dengan baik agar kualitas fisik bangunan yang telah ada tetap terjaga.

“Satker Tol Cisumdawu kudu tanggung jawab untuk melakukan pengawasan di lokasi proyek yang sebagian telah dibangun. Sehingga, tidak hanya melakukan pembangunan serta pemeliharaannya saja,” kataya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Tol Cisumdawu, H. Zaenal Alimin berjanji akan fokus untuk proyek itu. Harapannya, pembangunan tol tetap berjalan lancar, sehingga bisa berimbas positif bagi pemerintah serta masyarakat.

Zaenal pun berharap ada kerja sama yang baik dari seluruh unsur termasuk masyarakat agar pembangunannya sesuai dengan harapan bersama.

(B.115)**

Kebun Emas 486 x 60