Toyota Agya Mobil Murah Tapi Tak Murahan

by -15 views

Toyota Agya Mobil Murah Tapi Tak Murahan

Jatinangorku.com – Bangga rasanya bisa menjadi ‘segelintir’ orang di Tanah Air yang bisa menjajal mobil
teranyar Astra Toyota Agya di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2013).

Bahkan bisa mendahului sekitar 13 sampai 14 ribu masyarakat se-Indonesia dan 1.500 orang di Sulawesi (minus
Manado) yang sudah masuk daftar tunggu (inden) untuk membeli mobil murah ramah lingkungan ini.

PT Toyota Astra Motor (TAM) memberikan kesempatan menjadi orang ‘beruntung’ itu dengan menggelar test drive bagi
puluhan jurnalis. Saya hadir atas undangan Kalla Toyota, diler resmi mobil Toyota, bersama dua jurnalis lainnya
dari Makassar.

Sebelum menguji mobil 998 cc tersebut, kami terlebih dahulu mendapatkan ‘kuliah’ singkat mengenai Toyota Agya
selama sekitar satu jam, di Jimbaran Resto, Ancol.

Acara dibuka oleh Rahmat Samulo, Marketing Director PT TAM, dilanjutkan Dadi Hendriadi, General Manager Technical
Service PT TAM, yang menjelaskan seluk beluk Toyota Agya.

Setelah sesi tanya jawab, peserta test drive pun secara teratur ke pelataran restoran berdesain ala Bali tersebut.

Sudah terparkir enam mobil Toyota Agya. Tiga tipe TRD S matik, dan tiga unit tipe high grade (G) manual. Tiga
warna putih, dua warna silver, dan satu unit warna biru tua.

Tampilan luar mobil ini tampak sporty, kasual, dan modern. Pada tipe G, memiliki desain moncong depan dengan
garis-garis tegas dan kalau diamati membentuk huruf X. Kata Dady, desain ini menggambarkan filosofi kuat dan
dinamis.

Dari samping meski kategori city car dengan panjang berkisar 3,6 meter, pintu belakang untuk penumpang justru
hampir sama besar dengan pintu depan. Tidak sekecil mobil city car kebanyakan.

Pada bagian belakang, mobil ini juga memiliki garis lekukan tegas, dengan lampu belakang multilelfrector. Dua tipe
test drive tersebut juga sudah dilengkapi spoyler.

Sedangkan, khusus tipe S tampilan sporty semakin kental dengan aerokit pada bagian depan, samping, dan belakang.

Setelah antre sekitar 15 menit, kami pun mendapat giliran. Saya langsung mengambil alih kemudi Agya putih
bertransmisi matik.

Meski belum begitu sering membawa mobil matik, rasa penasaran itu menepis kekhawatiran saya. Duduk di belakang
kemudi pun langsung menepis ‘keraguan’ akan mobil ini.

Desain interior Agya senada tampilan luar yang mengusung konsep sporty, casual, dan trendi, dengan kombinasi warna
hitam, silver, dan chrom pada beberapa bagian.

Dashboard bahkan tampak luks dan elegan dengan membenamkan 2 Din Integrated Audio dengan CD, MP3, radio, USB, dan
aux.

Di depan stir, audometer terlihat elegan dengan fitur multi information display (MID) yang menampilkan indikator
bensin digital, jam, bahkan lampu eco.

“Jika lampu eco nyala itu tandanya kita kurang sabar berkendara. Maksudnya dengan fitur ini pengendara bisa
mengukur cara berkendara agar lebih ekonomis,” jelas Dady pada pemaparan sebelumnya.

Bahkan, fitur MID menyediakan fasilitas alarm yang bisa diset untuk lima pengingat berbeda. Meski city car, mobil
ini terasa lega dan lapang begitupun untuk bagasinya.

Bahkan, penumpang di bagian belakang banyak mendapat ruang longgar seperti pada mobil jenis MPV. Mobil inipun
sudah dilengkapi power window, power lock, hingga pengatur spion otomatis.

Tak puas sekadar mengamati, sayapun menempatkan perseneling pada posisi R (mundur), kemudian D3. Mobilpun mulai
melaju pelan.

Perpindahan transmisi dari mundur, maju, maupun ke tingkat percepatan lebih tinggi, cukup halus. Setir terasa
enteng dan sigap diajak bermanuver pada tikungan tajam.

Terasa nyaman mengendarai mobil ini. Pada trek lurus, sayapun mencoba menggeber mobil di atas 60 kilometer perjam
untuk menguji mesin 3 silinder DOHC 12 valve yang diklaim bisa menghasilkan tenaga maksimum 66.3 PS/6.000 RPM.

Mesin yang Dadi sebutkan pernah meraih penghargaan International Engine of The Year 2007-2010 dan sudah
diaplikasikan pada sejumlah varian mobil Toyota di Jepang hingga Eropa.

Selain lebih bertenaga, mesin ini irit bahan bakar dengan emisi gas buang yang ramah lingkungan.

Mobil tetap terasa stabil. Namun, trek lurus yang pendek tidak memungkinkan untuk memacu kendaraan ini lebih cepat
lagi.

Begitupun menjajal kemampuan mobil ini pada trek tanjakan. Namun, Dadi meyakinkan Agya tetap handal melahap rute
tersebut termasuk menempuh perjalanan jauh.

Kamipun cukup berputar-putar di dalam Ancol, dengan rute sekitar 5 kilometer (km). Cukup puas rasanya meski tidak
begitu berlama-lama bersama mobil yang sudah membuat penasaran pecinta otomotif Tanah Air sejak dua tahun silam
ini.

Setelah menjajal mobil ini, yang jelas saya cukup tertarik. Bukan sekadar mencoba tapi memilikinya. Meski berharga
murah berkisar Rp 100 juta hingga Rp 120 juta lebih, namun fitur kendaraan ini justru tidak murahan.

Sumber : http://id.berita.yahoo.com