Traffic Internet di Indonesia Naik Drastis

by -16 views

Traffic Internet di Indonesia Naik Drastis

Jatinangorku.com – Dalam 12 tahun terakhir, volume traffic internet di Indonesia naik hingga dua juta persen. Naiknya traffic disebabkan oleh tingginya akses masyarakat terhadap media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Chairman Internet Data Center, Johar Alam Rangkuti mengatakan, angka tersebut diperolehnya berdasarkan pantauan sejak 1996. “Itu tidak termasuk situs yang dilarang, seperti situs porno,” katanya di Nusa Dua, Bali, Selasa 24 September 2013.

Dia melanjutkan, Indonesia kini memiliki penetrasi internet 22 persen atau 55 juta pengguna. “Jumlah pengguna internet di Indonesia kini menempati urutan ke-8, sedangkan pengguna sosial media ada di urutan ke-4.”

Selain media sosial, masyarakat Indonesia gemar mengakses video lewat situs YouTube. Menurut Johar, hal tersebut bersamaan dengan tren aplikasi video di tingkat global. “Sekarang video cukup ditonton lewat ponsel, lalu menonton film juga tinggal streaming,” ujarnya.

Dia berharap, jika teknologi 4G Long Term Evolution (LTE) sudah hadir di Indonesia, maka bisa menjadi jalan agar kapasitas data yang diakses lebih besar dan cepat. “Pengguna terus bertambah, jadi kecepatannya juga harus ditambah,” kata Johar.

Di tempat yang sama, penggagas dan peneliti ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan, terdapat perbedaan pola penggunaan internet di masyarakat dari waktu ke waktu. Dia mencontohkan, awalnya Facebook hanya diakses oleh masyarakat perkotaan dari kalangan terdidik. “Kalau sekarang Facebook sudah masuk ke desa-desa,” katanya.

Heru mengkritisi beragam hasil laporan mengenai traffic dan pengguna internet di Indonesia. Menurut dia, penelitian tidak cukup berdasarkan survei. “Ada 115 juta pengguna internet dari data operator, misalnya GPRS, jadi seharusnya data diukur,” ucapnya.

Terkait traffic internet, General Manager Network Development PT XL Axiata, Rahmadi Mulyo Hartono menyebutkan, sejak Januari sampai April 2013, pertumbuhan traffic data naik hingga 79 persen. “Pengguna layanan data naik dari 22 juta menjadi 30 juta pengguna,” ucapnya

Sumber : http://www.tempo.co/