Tumpukan Sampah di Pembatas Jalan Raya Bandung-Garut Jarang Diangkut Petugas Kebersihan

by

Tumpukan sampah di pembatas Jalan Raya Bandung-Garut, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, diakui oleh warga jarang diangkut oleh petugas kebersihan.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, Selasa (4/12/2018) tumpukan sampah itu berada tepat sekitar di permukiman warga Kampung Munggang, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, di atas pembatas jalan tersebut, tampak tumpukan sampah sepanjang 50 meter yang sebagian besar merupakan sampah plastik rumah tangga.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sampah tersebut berasal dari aliran Sungai Citanggulun yang berhulu di Kabupaten Sumedang dan menyangkut di gorong – gorong di bawah pembatas jalan.

Satu di antara beberapa warga, Yanto, mengatakan, sampah tersebut jarang diangkut oleh petugas, sehingga kerap menumpuk dalam waktu cukup lama dan membuat kesan kumuh semakin terpancar.

“Terakhir itu dua bulan lalu, itu juga tidak semua, ada beberapa lagi tersisa,” kata Yanto di sekitar tumpukan sampah di pembatas Jalan Raya Bandung-Garut, Selasa.

Yanto mengatakan, pemandangan tersebut sudah terjadi lebih dari 10 tahun dan belum ada upaya serius dari pemerintah, karena pengangkutan sampah yang menyumbat di Sungai Citanggulun dilakukan oleh warga.

Ia menambahkan, selain berasal dari aliran sungai, sebagian sampah plastik itu pun sengaja pula dibuang oleh warga sekitar dan pengendara yang melintas, terutama pada waktu malam hari.

“Saya lihat selalu ada yang buang, sudah seperti tempat pembuangan sampah, tumpukan bisa sampai satu meter,” katanya.

Warga lainnya, Deden (40), mengatakan, seharusnya petugas kebersihan dari pemerintah secara rutin melakukan pengangkutan sampah, mengingat saat ini adalah musim hujan.

“Ini kan musim hujan, gimana kalau sampai terbawa ke jalan terus mencelakakan pengguna jalan,” katanya.

 

 

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com