Turut Aksi 4 November, HMI Minta Jokowi Tak Lindungi Ahok

by -13 views
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) meminta Presiden Joko Widodo menjadi pemimpin yang tegas, adil, dan bijaksana bagi masyarakat Indonesia, dengan tidak melindungi Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dari jeratan hukum atas kasus penistaan Agama Islam.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai aparat penegak hukum juga harus segera melakukan proses penindakkan hukum terhadap Ahok dengan seadil-adilnya.
Demikian ditegaskan Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir dan Sekretaris Jenderal Amijaya sebagai pernyataan sikap PB HMI melalui siaran pers yang disampaikan pada Rabu (2/11/16).
Dalam pernyataan sikapnya, PB HMI juga meminta seluruh masyarakat tetap bersikap tenang, menjaga kondusivitas, tidak terprovokasi, serta tidak melakukan tindakan provokatif yang melebar kepada konflik sosial, suku, dan agama yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Seluruh anggota kader HMI Cabang se-Indonesia pun diinstruksikan turun menggelar aksi serentak pada 4 Nopember 2016 di daerahnya masing-masing dalam mendorong proses penegakkan hukum terkait kasus penistaan agama diduga dilakukan Ahok.
Dalam pernyataan sikap disepakati berdasarkan hasil rapat bersama PB HMI dan Pengurus HMI Cabang se-Jabotabek di Sekretariat PB HMI Jl Sultan Agung 25 Jakarata pada Selasa (1/11/16) itu, PB HMI menyatakan kemajemukan bangsa Indonesia adalah modal dasar yang harus senantiasa dijaga, dirawat dan dipertahankan semua kelompok.
Negara melalui pemerintah harus menjamin dan bertanggung jawab atas terwujudnya keutuhan NKRI dalam bingkai kemajemukan tersebut.
Sehingga siapapun yang dengan sengaja mengusik dan mencoba merusak tatanan kemajemukan bangsa maka negara harus bersikap tegas memprosesnya secara hukum tanpa tebang pilih, dan tentunya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berkaitan Ahok, yang bersangkutan secara jelas dan sengaja telah mengusik dan mengganggu salah satu tiang kemajemukan bangsa, yaitu dengan menistakan Agama Islam yang mengakibatkan adanya kegaduhan, mengganggu keutuhan NKRI, dan mengganggu stabilitas nasional yang dapat mengancam integrasi bangsa