Uang Palsu Rp 4,5 Juta Gagal Beredar di Cileunyi

by -113 views


CILEUNYI (GM) – Jajaran Polsek Cileunyi menggagalkan uang palsu (upal) yang siap diedarkan di wilayah hukum Polsek Cileunyi dan sekitarnya. Selain berhasil menyita barang bukti upal Rp 4,5 juta pecahan Rp 100 ribu, polisi juga meringkus UC (55), pelaku.

Hingga Selasa (11/9), upal sebesar Rp 4,5 juta dan UC diamankan di Mapolek Cileunyi. Kasus tersebut akan didalami anggota Unit Reskrim Polsek Cileunyi, sekaligus mengembangkan penyelidikannya karena diduga peredaran upal tersebut melibatkan sindikat.

“Memang kasus upal yang berhasil kita ungkap akan terus didalami, sekaligus mengembangkan penyelidikannya agar bisa terkuak, baik modus ataupun pelaku lainnya. Kita menduga peredaran miras ini melibatkan sindikat,” kata Kapolres Bandung, AKBP Sandi Nugroho, melalui Kapolsek Cileunyi, Kompol Asep Gunawan, didampingi Kanit Reskrim AKP Wahyu Agung di Mapolsek Cileunyi, Selasa (11/9).

Menurut Asep, peredaran upal Rp 4,5 juta, akhir Agustus lalu, digagalkan di sebuah tempat di Jalan Raya Percobaan, Kec. Cileunyi. Kasus tersebut terungkap berkat penyelidikan petugas dan laporan masyarakat.

“Setelah kita ungkap, kita langsung berkoordinasi dengan pihak Bank Indonesia (BI), selaku tim ahli,” terang Asep.

Dikatakan Asep, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap UC, warga Kp. Sindangsari, Desa Mekarsari, Kec. Cibalong, Kab. Garut ini mengaku mendapatkan upal dari seseorang yang bernama Na (50), warga Jakarta yang siap diedarkan di Cileunyi.

“Benar atau tidaknya pengakuan UC tersebut masih dikembangkan. Yang pasti, UC bisa dijerat pasal 244 Jo 245 KUHP tindak pidana peredar uang palsu dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun,” katanya.

Nyaris sama

Berdasarkan pantauan “GM”, kualitas upal yang diamankan di Mapolsek Cileunyi tergolong baik dan nyaris tidak ada perbedaan dengan uang asli. Namun, upal Rp 4,5 juta pecahan Rp 100 ribu tersebut telah diberi tanda khusus oleh pihak BI.

“Bila tidak diberi tanda palsu oleh BI, sulit untuk untuk membedakannya apalagi bila dilakukan transaksi di malam hari. Upal Rp 4,5 juta tersebut kualitasnya sangat baik. Hanya, berat kertas agak berbeda dengan uang asli. Jika saja belum dilubangi pihak BI sulit untuk membedakannya dengan yang asli. Terlebih, masyarakat awam atau jarang memegang uang pecahan Rp 100 ribuan pasti akan terkecoh,” kata Iqbal, wartawan Pikiran Rakyat yang saat ini ikut meliput terungkapnya kasus upal oleh jajaran Polsek Cileunyi.

(B.46)**