Unpad Nilai Waduk Jatigede Kini Berdampak Sosial

by -22 views

Jatinangorku.com – Universitas Pajajaran (Unpad) Bandung menilai  pembangunan waduk Jatigede Sumedang saat ini berdampak sosial bagi masyarakat sekitar.

Hal itu disampaikan Guru Besar Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Padjadjaran, Prof. Maman Haeruman pada acara Lokakarya Nasional “Evaluasi Resettlement Orang Terkena Dampak (OTD) Waduk Jati Gede”, di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Senin (21/12).

Dalam pembangunan Waduk Jatigede, seharusnya bukan hanya ditafsirkan dapat menyejahterakan masyarakat daerah hilir, tetapi juga  masyarakat yang terkena dampak pembangunan.

Diharapkan, win-win solution akan menjadi acuan dalam pembangunan tersebut.

“Hindari zero sum game, jadi jangan sampai ibarat main poker, orang hilir menjadi lebih sejahtera, namun orang hulunya sengsara,” ujar Prof. Maman.

Menurut Maman membangun waduk seharusnya dapat memeratakan kesejahteraan.

Bukan malah membuat menjadi timpang. “Jadi kalau ada ketimpangan, ini ada sesuatu yang salah,” tuturnya.

Selain itu, mengingat banyaknya OTD yang menggeluti usaha pertanian, semestinya dominasi basis usaha pertanian OTD juga diperkuat.

Saat ini, salah satu masalah yang muncul adalah adanya upaya resettlement pada ekosistem yang berbeda.

Maman mengatakan dari yang mulanya masyarakat menjadi petani dengan bersawah pada lahan berair, kini menjadi peternak sapi ke lahan kering.

“Masyarakat di hulu basis usahanya pertanian, mereka harus diberi  kesempatan mengembangkan usaha pertanian,” katanya.

Dalam kajiannya itu, lebih berfokus kepada OTD yang pindah dari sekitar genangan, dalam satu desa yang sama/luar desa dalam kecamatan yang sama.

Menurutnya, dalam pembangunan Waduk Jatigede, masalah yang terjadi bukan lagi masalah teknik, melainkan masalah sosial.

Seperti buruh tani yang kehilangan pekerjaan, hilangnya lahan pertanian, hingga pecahnya komunitas.

Maman menjelaskan alam penelitian dan pengabdian yang akan dilakukan selama 4 tahun, tujuan akhirnya adalah diraihnya pendapatan bagi OTD.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dari identifikasi data dasar, identifikasi jumlah dan potensi yang dimiliki OTD, diadakannya sosialisasi dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan OTD, hingga implementasi, pengawasan  dan evaluasi.

Tujuan lokakarya  untuk mengevaluasi program pemukiman kembali penduduk yang terkena Waduk Jatigede dan mensinergikan kembali program pemukiman ALG Jatigede FISIP Unpad dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dan BP3IPTEK Provinsi Jawa Barat.

Acara akan digelar hingga Selasa (22/12)  dengan menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai institusi diantaranya adalah Kepala Samsat Pembangunan Waduk Jatigede Prof. Dr. Denny Djuanda serta Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk dan Cisanggarung.

Selain itu acara terselenggara atas kerja sama tim Academic Leaderships Grant (ALG) Jatigede Unpad dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Badan Penelitian Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (BP3IPTEK) Jawa Barat

Sumber : http://obsessionnews.com/