Untuk Menyelamatkan Pasar Tradisional Program Revitalisasi Digulirkan

by -54 views

Untuk Menyelamatkan Pasar Tradisional Program Revitalisasi Digulirkan

Jatinangorku.com – Untuk menyelamatkan eksistensi pasar tradisional, Pemkab Sumedang segera menjalankan program revitalisasi pasar. Program tersebut dianggap mendesak karena serbuan pasar modern di Sumedang sudah semakin gencar. Bahkan kini sebaran pasar modern dan minimarket sampai ke wilayah kecamatan terpencil.

“Program revitalisasi pasar tradisio­nal sudah tidak bisa ditawar lagi. Sebab jika hal itu tidak dilakukan, maka pedagang pasar tradisional lambat laun akan kalah bersaing dengan pelaku usaha toko modern dan minimarket,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Sumedang, Drs. H. Asep Sudrajat, kepada “GM” di ruang kerjanya, Jumat (4/7).

Dijelaskan Asep, program revitalisasi menjadi salah satu bentuk pertahanan pedagang pasar tradisional dari gempur­an pelaku usaha toko modern dan minimarket. Namun untuk mewujudkan program tersebut, tentunya harus ada dukungan dari semua pihak. Sebab, adakalanya niat baik pemerintah tidak selamanya ditanggapi positif.

Pro dan kontra itu pasti selalu terjadi. Seperti yang terjadi pada kegiatan program revitalisasi yang dilaksanakan di Pasar Sandang, yang ada di wilayah Kel. Kota Kaler, Kec. Sumedang Utara, Kab. Sumedang. Dalam operasionalnya, kegiatan tersebut tidak berjalan mulus karena ada beberapa aspek sosial di lapangan yang belum tepecahkan solusinya.

“Untuk saat ini, ada beberapa tuntutan yang disampaikan warga Pasar Sandang belum ada titik temu dengan pihak investor. Namun kami optimistis, cepat atau lambat masalah yang terjadi saat ini bisa segera terselesaikan,” sambungnya.

Kebijakan alternatif

Kebijakan lainnya yang harus dilakukan untuk melindungi keberadaan pasar tradisional dan pedagang kecil serta warungan di antaranya dengan menerapkan pembatasan izin atau moratorium pendirian toko modern dan minimarket yang beroperasi di wilayah Sumedang.

“Benar, Disperindag memilik kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi pendirian toko modern dan minimarket. Namun saya tegaskan, selama saya menjabat sebagai Kepala Disper­indag, saya tidak akan mengeluar­kan rekomendasi tentang pendirian toko modern dan minimarket atau yang sejenisnya. Itu kami lakukan semata-mata untuk melindungi dan mempertahankan keberadaan pasar tradisional, pedagang kecil serta warungan agar tidak mati,” ujarnya.

Diterangkannya, sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Disperindag, pemberi rekomendasi berdirinya pasar modern atau minimarket adalah kepala bidang pasar.

“Jika dilihat dari aturan yang ada, maka rekomendasi yang dikeluarkan oleh setingkat kepala bidang itu bisa dinyatakan cacat hukum. Sebab se­suai ketentuan yang ada, pejabat yang berhak menggunakan stempel dinas adalah kepala dinas dan sekretaris dinas. Dan, itu terjadi sebelum saya menjabat sebagai Kepala Disper­indag,” katanya.

Saat ini, di wilayah Sumedang terdapat 15 pasar tradisional, terdiri dari 9 pasar milik Pemkab Sumedang dan 5 pasar desa. Sedangkan, keberadaan toko modern dan mini market, jumlahnya sudah mencapai puluhan.

“Untuk itu, jika rekomendasi pendirian toko modern dan mini market tetap diberikan, maka secara perlahan pelaku usaha kecil semacam warungan akan mati. Artinya kehadirannya tidak hanya mengancam posisi pasar tradisional,” tegasnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/