Viral, Kisah Mahasiswi Korban Kekerasan Seksual & Mental Kena DO, Pelakunya Bebas Kuliah

by -297 views
Viral, Kisah Mahasiswi Korban Kekerasan Seksual & Mental Kena DO, Pelakunya Bebas Kuliah
Viral, Kisah Mahasiswi Korban Kekerasan Seksual & Mental Kena DO, Pelakunya Bebas Kuliah

Viral, Kisah Mahasiswi Korban Kekerasan Seksual & Mental Kena DO, Pelakunya Bebas Kuliah – Belakangan media sosial dihebohkan oleh kasus seorang perempuan, R, yang jadi korban gaslighting oleh pasangannya, N. Gaslighting adalah bentuk kekerasan mental terhadap seseorang dengan cara manipulasi psikologis sehingga pelaku bisa mengontrol pikiran korbannya. 

Korban mengalami ini selama dua tahun penuh, seperti diceritakan akun @jerujimas di Twitter. Ketika tragedi ini terjadi, korban belum genap 20 tahun tapi diceritakan sudah empat kali hamil.

Setiap mengandung, kekasihnya itu memaksa korban menggugurkan kandungan dengan obat. Supaya korban tidak bercerita ke banyak orang. pelaku mengancam akan meninggalkannya. Karena tekanan psikologis pelaku tadi, korban menurut.

Saat kondisi korban hamil sekitar enam sampai tujuh minggu, ia mengalami pendarahan hebat karena meminum 14 butir obat penggugur kandungan. Sampai di rumah sakit. dokter memberitahu janin dalam kandungannya masih sehat. Namun dokter mewanti-wanti, setop mengkonsumsi obat itu karena kalau diteruskan bisa menyebabkan kematian.

@jerujiemas juga mengungkapkan sikap aneh dari pelaku adalah tiap kali ia memaki dan marah kepada korban, pelaku itu akan meminta maaf sambal menangis pada korban. Akun tersebut juga mengatakan efek dari mengkonsumsi delapan obat penggugur kandungan ialah pendarahan hebat, pusing, meriang, lemas, serta sakit perut.

Cemas nasibnya berakhir dengan kematian, korban memberanikan diri bercerita ke keluarga pelaku. Namun respons orang tua pelaku tidak terduga. Berdasarkan cerita pemilik akun, orang tua dari pelaku justru membawa korban ke klinik kandungan untuk menggugurkan janinnya. Namun korban berkeras mempertahankan bayinya.

Malang pun berkelanjutan. Korban dikeluarkan dari kampus karena videonya tersebar di media sosial. Anehnya, hanya ia yang harus berhenti kuliah, pelaku tetap studi seperti biasa.

Akun @jerujimas mengungkapkan saat ini korban akan menjadi orang tua tunggal untuk anaknya. Pemilik akun membagikan kasus ini agar menjadi pelajaran kepada korban lain agar tidak berdiam diri dan berani keluar dari jebakan toxic penindasnya.

Usai kisah ini viral, pihak kampus menyatakan tengah menelusuri kasus ini. Kampus itu dalam Instagram Story membuat pernyataan berikut:

It was brougth to our attention that there are some unpleasant comments on a student that are trending on social media lately. And we are aware of it. 

The Faculty members have met up with the student and his family members, and they are now gathering evidences. Eventually the person would be held responsible for his conduct and accept any decision made by the university.

Buat kamu yang heran kenapa korban diam saja selama dua tahun, jangan buru-buru menyalahkan dia sebelum kamu tahu lebih dalam apa itu gaslighting. Jadi, gaslighting ialah taktik manupulasi yang dilakukan seseorang agar terlihat berkuasa serta dapat mengontrol korban dengan membuatnya tidak yakin terhadap dirinya sendiri, dampaknya korban akan menderita kecemasan, hingga penyakit mental, sehingga sulit lepas dari kendali pelaku.

Buat kamu yang saat ini menjadi korban kekerasan mental ini, ini sederet cara untuk bangkit dari gaslighting:

1. Klarifikasi siapa yang melakukan gaslighting kepadamu serta alasanya. Tulislah momen-momen kamu ketika mempertanyakan kesadaran realitasmu sendiri. Agar kalian bisa melupakannya, coba lakukan konfirmasi pada diri sendiri bila gaslighting itu benar terjadi

2. Sediakan waktu kosong untuk tenangkan diri kamu, mulailah kurangi konsumsi media sosial dan perbanyak meditasi atau berdoa

3. Bicara dengan seseorang yang kamu percaya, tidak masalah bila merasa masalahmu berat dan membutuhkan seorang professional seperti psikolog atau psikiater

4. Ubah cara pandangmu, mulailah berpikir bahwa kamu adalah survivor bukan lagi korban!

Informasi selengkapnya dapat dibaca DI SINI

Komnas Perempuan juga menyedikan kontak untuk dihubungi bila seseorang mendapatkan ancaman kekerasan atau pelecehan

(021) 3903963

(021) 80605399

Atau korban juga dapat menghubungi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Untuk pengaduan ke 082125751234

Atau kalian bisa juga mengikuti arahan sebagai berikut:

sumber: line.me


Baca juga :

Unpad Pastikan 269 Mahasiswa Terisolasi di Asrama Jatinangor Sehat

Systemever Software Cloud ERP Indonesia Terbaik